News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Dunia teknologi berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Berbagai negara juga mulai beralih dari teknologi TV analog ke digital, menandai berakhirnya era serba manual.
Namun, di tengah modernisasi dan digitalisasi, ternyata masih banyak sekali pengguna teknologi kuno, salah satunya dalah TV hitam-putih atai monokrom. Apalagi, puluhan ribu penonton TV ini berasal dari Inggris, salah satu negara paling maju di Eropa.
Diberitakan BBC pekan ini, menurut data Otoritas Perizinan TV Inggris, masih terdapat lebih dari 13.000 orang yang menonton dari televisi jadul nan langka ini.
London adalah kota dengan pemilik tv hitam-putih terbanyak, mencapai 2.715 orang, dilanjutkan oleh Birmingham dan Manchester. Total, terdapat 13.202 penonton TV hitam-putih di Inggris.
Menurut peraturan di Inggris, para pemilik TV jenis ini juga harus membayar perizinan tiap tahunnya. Tapi jauh lebih murah dibandingkan TV berwarna. TV monokrom harus bayar izin sebesar 49 pound sterling (Rp768 ribu), sedangkan TV berwarna 145 pound sterling (Rp2,2 juta).
""Sangat mengejutkan di saat transisi menuju TV digital rampung, dengan 41 persen rumah tangga Inggris yang memiliki HDTV dan negara ini termasuk yang terdepan dalam mengakses TV di internet, masih ada 13.000 orang yang masih menggunakan TV hitam-putih,"" kata juru bicara Otoritas Perizinan TV Inggris, Stephen Farmer.
Menurut sejarawan televisi dan radio John Trenouth, para pemilik tv kuno ini kebanyakan berasal dari keluarga berpenghasilan rendah yang ingin menghemat uang. ""Tapi masih ada sebagian kecil orang yang memilik TV hitam-putih, tidak ingin membuangnya atau mengoleksinya,"" kata Trenouth."
Namun, di tengah modernisasi dan digitalisasi, ternyata masih banyak sekali pengguna teknologi kuno, salah satunya dalah TV hitam-putih atai monokrom. Apalagi, puluhan ribu penonton TV ini berasal dari Inggris, salah satu negara paling maju di Eropa.
Diberitakan BBC pekan ini, menurut data Otoritas Perizinan TV Inggris, masih terdapat lebih dari 13.000 orang yang menonton dari televisi jadul nan langka ini.
London adalah kota dengan pemilik tv hitam-putih terbanyak, mencapai 2.715 orang, dilanjutkan oleh Birmingham dan Manchester. Total, terdapat 13.202 penonton TV hitam-putih di Inggris.
Menurut peraturan di Inggris, para pemilik TV jenis ini juga harus membayar perizinan tiap tahunnya. Tapi jauh lebih murah dibandingkan TV berwarna. TV monokrom harus bayar izin sebesar 49 pound sterling (Rp768 ribu), sedangkan TV berwarna 145 pound sterling (Rp2,2 juta).
""Sangat mengejutkan di saat transisi menuju TV digital rampung, dengan 41 persen rumah tangga Inggris yang memiliki HDTV dan negara ini termasuk yang terdepan dalam mengakses TV di internet, masih ada 13.000 orang yang masih menggunakan TV hitam-putih,"" kata juru bicara Otoritas Perizinan TV Inggris, Stephen Farmer.
Menurut sejarawan televisi dan radio John Trenouth, para pemilik tv kuno ini kebanyakan berasal dari keluarga berpenghasilan rendah yang ingin menghemat uang. ""Tapi masih ada sebagian kecil orang yang memilik TV hitam-putih, tidak ingin membuangnya atau mengoleksinya,"" kata Trenouth."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





