News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Para peneliti menemukan kelelawar yang memiliki bentuk yang luar biasa aneh. Kulit kelelawar itu menyerupai panda, binatang menggemaskan asal China.
Kelelawar yang ditemukan di daerah Sudan Selatan ini dipercaya sebagai salah satu spesies yang memiliki gen yang sangat langka dan baru pertama kali ditemukan.
""Perhatian saya langsung tertuju kepada kelelawar yang memiliki pola bulu yang sangat indah. Bentuknya bintik-bintik dan garis-garis berwarna putih dan hitam,"" kata DeeAnn Reeder, Profesor Biologi dari Bucknell University, dilansir Dailymail, 12 April 2013.
Ia menambahkan, kelelawar panda hanya akan ditemukan satu kali seumur hidupnya. ""Setelah kami menganalisis, kelelawar itu memiliki genus atau marga yang berbeda dari kelelawar-kelelawar yang ada saat ini,"" jelas Reeder.
![]()
Kelelawar aneh ini juga memiliki ukuran, karakter sayap, dan telinga yang berbeda. ""Ini sesuatu yang unik dan merupakan genus terbaru,"" ungkap Redeer.
Redeer bersama peneliti lainnya dari Smithsonian Institution dan Islamic University di Uganda, kemudian memberi julukan kelelawar itu dengan nama genus Niumbaha, yang artinya langka dan tidak biasa.
Penemuan kelelawar yang memiliki genus terbaru tentu menjadi indikator bahwa suatu daerah pasti memiliki keanekaragaman hayati yang berbeda-beda. Tentu saja, lanjut Reeder, hal ini harus diiringi dengan sistem pelestarian yang baik.
""Bagi saya, penemuan ini sangat penting dalam menyoroti keanekaragaman hayati di Sudan, yang penuh keajaiban dan belum semuanya ditemukan,"" tuturnya.
Hasil temuan dari analisis terhadap kelelawar panda ini sudah diterbitkan di Jurnal ZooKeys."
Kelelawar yang ditemukan di daerah Sudan Selatan ini dipercaya sebagai salah satu spesies yang memiliki gen yang sangat langka dan baru pertama kali ditemukan.
""Perhatian saya langsung tertuju kepada kelelawar yang memiliki pola bulu yang sangat indah. Bentuknya bintik-bintik dan garis-garis berwarna putih dan hitam,"" kata DeeAnn Reeder, Profesor Biologi dari Bucknell University, dilansir Dailymail, 12 April 2013.
Ia menambahkan, kelelawar panda hanya akan ditemukan satu kali seumur hidupnya. ""Setelah kami menganalisis, kelelawar itu memiliki genus atau marga yang berbeda dari kelelawar-kelelawar yang ada saat ini,"" jelas Reeder.
Kelelawar aneh ini juga memiliki ukuran, karakter sayap, dan telinga yang berbeda. ""Ini sesuatu yang unik dan merupakan genus terbaru,"" ungkap Redeer.
Redeer bersama peneliti lainnya dari Smithsonian Institution dan Islamic University di Uganda, kemudian memberi julukan kelelawar itu dengan nama genus Niumbaha, yang artinya langka dan tidak biasa.
Penemuan kelelawar yang memiliki genus terbaru tentu menjadi indikator bahwa suatu daerah pasti memiliki keanekaragaman hayati yang berbeda-beda. Tentu saja, lanjut Reeder, hal ini harus diiringi dengan sistem pelestarian yang baik.
""Bagi saya, penemuan ini sangat penting dalam menyoroti keanekaragaman hayati di Sudan, yang penuh keajaiban dan belum semuanya ditemukan,"" tuturnya.
Hasil temuan dari analisis terhadap kelelawar panda ini sudah diterbitkan di Jurnal ZooKeys."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





