News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bagi Anda yang kerapkali mengunjungi situs porno populer, mulai saat ini Anda perlu berhati-hati.
Penelitian menemukan semakin sering dan mengunjungi situs hot, maka anda semakin rentan terinfeksi software berbahaya (malware) yang mengancam Anda.
Sumber malware itu berasal dari iklan-iklan yang ditampilkan pada situs porno. Peneliti keamanan, Conrad Longmore menemukan sebagian besar iklan di situs porno, yang jutaan kali dikunjungi setiap hari, dapat menginstal file berbahaya tanpa sepengetahuan pengguna.
Dua situs yang paling berisiko adalah xhamsXXX.com dan pXXXhub.com.
Peneliti mengatakan tidak ada situs porno yang mengamati host setiap malware yang menempel pada iklan.
""Kami menyebutnya malvertising, atau malware iklan,"" ujar Longmore, dilansir BBC, 11 April 2013.
Menurutnya, memberantas iklan jenis ini tergolong susah. Pasalnya, cara iklan ini hilang dan muncul kembali tak diketahui dari mana asalnya.
Data yang ditunjukkan Longmore tak main-main. Menggunakan layanan Diagnostic Advice milik Google, ia menganalisa konten berbahaya dari situs yang dimaksud.
Misalnya pada xhamsXXX.com, ia menemukan malvertising pada 1.067 dari 20.986 halaman, atau sekitar 5 persen dari seluruh isi konten.
Berdasarkan analisis statistik pemeringkat situs Alexa, rata-rata pengguna xhamster.com melihat 10,3 halaman individual. Artinya, jika menghitung risiko potensial, sekitar 42 persen pengguna bisa tersandung iklan berbahaya saat sedang mengunjungi situs.
Statistik situs lain, pXXXhub.com menunjukkan 12,7 persen dari iklan yang ditampilkan merupakan iklan berbahaya.
""Tampaknya telah terjadi lonjakan tiba-tiba dalam malware di situs populer, terutama di beberapa minggu terakhir,"" ujar Longmore.
Situs porno terpopuler, xvidXXX.com, tidak ditemukan iklan berbahaya saat dianalisa sampelnya.
Pelaporan Konten
Longmore menegaskan bahaya mengakses situs porno. Sayang, banyak pengguna yang enggan melaporkan iklan berbahaya itu. ""Bagian dari problem ini yaitu porno adalah sesuatu yang tabu,"" ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada operator situs untuk menyediakan mekanisme pelaporan yang cepat pada situs. Misalnya, dengan menandai iklan berbahaya itu. Longmore juga mengingatkan tanggungjawab yang harus dipikul oleh jaringan periklanan.
Sementara pihak xhamXXX.com dan pXXXub.com belum mau berkomentar atas temuan ini."
Penelitian menemukan semakin sering dan mengunjungi situs hot, maka anda semakin rentan terinfeksi software berbahaya (malware) yang mengancam Anda.
Sumber malware itu berasal dari iklan-iklan yang ditampilkan pada situs porno. Peneliti keamanan, Conrad Longmore menemukan sebagian besar iklan di situs porno, yang jutaan kali dikunjungi setiap hari, dapat menginstal file berbahaya tanpa sepengetahuan pengguna.
Dua situs yang paling berisiko adalah xhamsXXX.com dan pXXXhub.com.
Peneliti mengatakan tidak ada situs porno yang mengamati host setiap malware yang menempel pada iklan.
""Kami menyebutnya malvertising, atau malware iklan,"" ujar Longmore, dilansir BBC, 11 April 2013.
Menurutnya, memberantas iklan jenis ini tergolong susah. Pasalnya, cara iklan ini hilang dan muncul kembali tak diketahui dari mana asalnya.
Data yang ditunjukkan Longmore tak main-main. Menggunakan layanan Diagnostic Advice milik Google, ia menganalisa konten berbahaya dari situs yang dimaksud.
Misalnya pada xhamsXXX.com, ia menemukan malvertising pada 1.067 dari 20.986 halaman, atau sekitar 5 persen dari seluruh isi konten.
Berdasarkan analisis statistik pemeringkat situs Alexa, rata-rata pengguna xhamster.com melihat 10,3 halaman individual. Artinya, jika menghitung risiko potensial, sekitar 42 persen pengguna bisa tersandung iklan berbahaya saat sedang mengunjungi situs.
Statistik situs lain, pXXXhub.com menunjukkan 12,7 persen dari iklan yang ditampilkan merupakan iklan berbahaya.
""Tampaknya telah terjadi lonjakan tiba-tiba dalam malware di situs populer, terutama di beberapa minggu terakhir,"" ujar Longmore.
Situs porno terpopuler, xvidXXX.com, tidak ditemukan iklan berbahaya saat dianalisa sampelnya.
Pelaporan Konten
Longmore menegaskan bahaya mengakses situs porno. Sayang, banyak pengguna yang enggan melaporkan iklan berbahaya itu. ""Bagian dari problem ini yaitu porno adalah sesuatu yang tabu,"" ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada operator situs untuk menyediakan mekanisme pelaporan yang cepat pada situs. Misalnya, dengan menandai iklan berbahaya itu. Longmore juga mengingatkan tanggungjawab yang harus dipikul oleh jaringan periklanan.
Sementara pihak xhamXXX.com dan pXXXub.com belum mau berkomentar atas temuan ini."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





