News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Gaya hidup digital diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, XL Axiata memperkenalkan layanan digital terbarunya, XL Nonton.
Konsep layanan anyar ini adalah memindahkan pengalaman menikmati konten yang sebelumnya ada di layar lebar dan TV ke perangkat bergerak, seperti ponsel, tablet, atau phablet.
""Layanan ini mengubah perilaku pengguna dari nonton TV ke gadget,"" ujar Dian Siswarini, Direktur Digital Service XL usai peluncuran layanan, tadi malam di Planet Hollywood, Jakarta.
Dian menambahkan konten yang sudah ada meliputi video berkualitas baik berupa film, sport preview, gosip, sinetron dalam dan mancanegara, termasuk film HBO.
""Kami tidak ingin dikenal sebagai penyelenggara telekomunikasi saja, telepon dan SMS, tapi juga penyedia layanan hiburan juga,"" kata Dian.
Penetrasi XL ke wilayah layanan digital juga melihat prediksi analis yang menyebutkan konten video online merupakan salah satu faktor pemikat penggunaan layanan data.
Mengutip data ComScore per Agustus 2012, sekitar 8,7 juta masyarakat aktif mengakses video online. Dan, lebih dari 40 persen total trafik Internet dipakai untuk menonton video.
Dengan XL Nonton, Dian melanjutkan, XL menargetkan peningkatan penggunaan data yang signifikan. Per kuartal pertama 2013, total penggunaan data XL tercatat 120 TeraByte (TB) per hari.
""Dengan layanan baru ini, kami memperkirakan kenaikan penggunaan Internet sampai 50 persen, jadi 180 TB per hari sampai akhir tahun ini,"" ungkap Dian.
Di samping itu, dengan XL Nonton, perusahaan juga mematok penambahan satu juta pelanggan baru sampai akhir tahun ini.
""Layanan digital XL merupakan bisnis jangka panjang. Karakteristiknya beda dengan model bisnis telekomunikasi inti. Target pendapatan pada layanan digital bukan menjadi prioritas untuk saat ini,"" tutur Dian.
""Untuk jangka pendek, kami ingin menggenjot penetrasi pasar dulu,"" imbuhnya.
Layanan digital yang siap digarap dan dianggap potensial oleh XL ke depannya meliputi digital commerce, digital advertising, digital finance, dan digital entertainment."
Konsep layanan anyar ini adalah memindahkan pengalaman menikmati konten yang sebelumnya ada di layar lebar dan TV ke perangkat bergerak, seperti ponsel, tablet, atau phablet.
""Layanan ini mengubah perilaku pengguna dari nonton TV ke gadget,"" ujar Dian Siswarini, Direktur Digital Service XL usai peluncuran layanan, tadi malam di Planet Hollywood, Jakarta.
Dian menambahkan konten yang sudah ada meliputi video berkualitas baik berupa film, sport preview, gosip, sinetron dalam dan mancanegara, termasuk film HBO.
""Kami tidak ingin dikenal sebagai penyelenggara telekomunikasi saja, telepon dan SMS, tapi juga penyedia layanan hiburan juga,"" kata Dian.
Penetrasi XL ke wilayah layanan digital juga melihat prediksi analis yang menyebutkan konten video online merupakan salah satu faktor pemikat penggunaan layanan data.
Mengutip data ComScore per Agustus 2012, sekitar 8,7 juta masyarakat aktif mengakses video online. Dan, lebih dari 40 persen total trafik Internet dipakai untuk menonton video.
Dengan XL Nonton, Dian melanjutkan, XL menargetkan peningkatan penggunaan data yang signifikan. Per kuartal pertama 2013, total penggunaan data XL tercatat 120 TeraByte (TB) per hari.
""Dengan layanan baru ini, kami memperkirakan kenaikan penggunaan Internet sampai 50 persen, jadi 180 TB per hari sampai akhir tahun ini,"" ungkap Dian.
Di samping itu, dengan XL Nonton, perusahaan juga mematok penambahan satu juta pelanggan baru sampai akhir tahun ini.
""Layanan digital XL merupakan bisnis jangka panjang. Karakteristiknya beda dengan model bisnis telekomunikasi inti. Target pendapatan pada layanan digital bukan menjadi prioritas untuk saat ini,"" tutur Dian.
""Untuk jangka pendek, kami ingin menggenjot penetrasi pasar dulu,"" imbuhnya.
Layanan digital yang siap digarap dan dianggap potensial oleh XL ke depannya meliputi digital commerce, digital advertising, digital finance, dan digital entertainment."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





