News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Stasiun Luar Angkasa Internasional diterjang meteor kecil berukuran seperti peluru. Meteor ini bergerak dengan kecepatan tinggi sehingga menembus panel surya stasiun luar angkasa tersebut.
Diberitakan Daily Mail, Jumat 3 Mei 2013, adalah astronot dan Komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional Chris Hadfield yang pertama kali menyadari hal ini. Dia melihat sebuah lubang kecil berdiameter 0,6 cm di salah satu panel surya.
Dia meyakini lubang ini disebabkan oleh batu kecil yang disebut micrometeorit yang telah menghantam pos luar angkasa dalam 14 tahun terakhir.
Beruntung, meteor itu tidak menghantam lambung stasiun. Jika sampai kejadian, akan fatal akibatnya. Saat ini, tim dari NASA tengah menambal lubang tersebut. Meteor mikro sulit dideteksi sehingga para astronot di antariksa harus ekstra hati-hati.
Meteor kecil seperti yang menghantam stasiun luar angkasa ini adalah satu dari 5.500 ton sampah luar angkasa di luar orbit bumi. Selain meteor, sampah luar angkasa bisa berupa bangkai satelit, roket dan batu. Kecepatan terbang sampah ini bisa mencapai 35 ribu kilometer per jam."
Diberitakan Daily Mail, Jumat 3 Mei 2013, adalah astronot dan Komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional Chris Hadfield yang pertama kali menyadari hal ini. Dia melihat sebuah lubang kecil berdiameter 0,6 cm di salah satu panel surya.
Dia meyakini lubang ini disebabkan oleh batu kecil yang disebut micrometeorit yang telah menghantam pos luar angkasa dalam 14 tahun terakhir.
Beruntung, meteor itu tidak menghantam lambung stasiun. Jika sampai kejadian, akan fatal akibatnya. Saat ini, tim dari NASA tengah menambal lubang tersebut. Meteor mikro sulit dideteksi sehingga para astronot di antariksa harus ekstra hati-hati.
Meteor kecil seperti yang menghantam stasiun luar angkasa ini adalah satu dari 5.500 ton sampah luar angkasa di luar orbit bumi. Selain meteor, sampah luar angkasa bisa berupa bangkai satelit, roket dan batu. Kecepatan terbang sampah ini bisa mencapai 35 ribu kilometer per jam."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





