News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Di sela presentasi di depan para pengiklan, Rabu, 1 Mei silam, Eksekutif Google Eric Schmidt mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai persaingan YouTube dan televisi.
Setahun lalu, Schmidt pernah mengatakan akan mengubah YouTube dari platform video ke televisi. Rencana itu telihat ketika YouTube membuat 100 siaran mengenai merek-merek terkenal dan sisi kehidupan artis-artis Hollywood.
Namun, kali ini Schmidt menolak untuk meramalkan bahwa video Internet akan menggantikan televisi. Dilansir Laman Seattle PI, 2 Mei 2013, ia menyatakan video Internet dan TV adalah dua hal yang berbeda.
""YouTube memiliki sesuatu yang berbeda dari televisi. YouTube bukan pengganti televisi, tapi YouTube adalah platform yang memiliki konten-konten siaran terbaru,"" kata Schmidt.
""Masa depan YouTube adalah sekarang. Kami telah dikunjungi satu miliar unique visitor setiap bulan. Tapi, jika Anda memikirkan soal angka yang besar, tunggu sampai jumlahnya mencapai 6-7 miliar per bulan,"" ungkapnya.
Kepala Konten Global YouTube, Robert Kyncl juga menyatakan kesalahannya mengenai kesamaan YouTube dan televisi. ""Saya salah. TV hanya satu arah, tapi YouTube dua arah, interaktif,"" kata Kyncl.
Ia pun menyampaikan, YouTube akan menjadi besar, itu terlihat dari data bulan yang menunjukkan penggunjung unik YouTube dalam sebulan yang menembus satu miliar orang.
""Kami memiliki segmen tersendiri. Menurut data, rata-rata penggunjung YouTube berumur antara 18 sampai 34 tahun. Segmen itu tentu berbeda dengan televisi,"" ujar Kyncl.
Dia mengatakan, ""prioritas kami sekarang adalah membuat konten-konten baru, mengantar konten ke siapa saja yang ingin mengonsumsinya.""
"
Setahun lalu, Schmidt pernah mengatakan akan mengubah YouTube dari platform video ke televisi. Rencana itu telihat ketika YouTube membuat 100 siaran mengenai merek-merek terkenal dan sisi kehidupan artis-artis Hollywood.
Namun, kali ini Schmidt menolak untuk meramalkan bahwa video Internet akan menggantikan televisi. Dilansir Laman Seattle PI, 2 Mei 2013, ia menyatakan video Internet dan TV adalah dua hal yang berbeda.
""YouTube memiliki sesuatu yang berbeda dari televisi. YouTube bukan pengganti televisi, tapi YouTube adalah platform yang memiliki konten-konten siaran terbaru,"" kata Schmidt.
""Masa depan YouTube adalah sekarang. Kami telah dikunjungi satu miliar unique visitor setiap bulan. Tapi, jika Anda memikirkan soal angka yang besar, tunggu sampai jumlahnya mencapai 6-7 miliar per bulan,"" ungkapnya.
Kepala Konten Global YouTube, Robert Kyncl juga menyatakan kesalahannya mengenai kesamaan YouTube dan televisi. ""Saya salah. TV hanya satu arah, tapi YouTube dua arah, interaktif,"" kata Kyncl.
Ia pun menyampaikan, YouTube akan menjadi besar, itu terlihat dari data bulan yang menunjukkan penggunjung unik YouTube dalam sebulan yang menembus satu miliar orang.
""Kami memiliki segmen tersendiri. Menurut data, rata-rata penggunjung YouTube berumur antara 18 sampai 34 tahun. Segmen itu tentu berbeda dengan televisi,"" ujar Kyncl.
Dia mengatakan, ""prioritas kami sekarang adalah membuat konten-konten baru, mengantar konten ke siapa saja yang ingin mengonsumsinya.""
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





