News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Para ilmuan akhirnya menemukan pecahan-pecahan meteorit yang menghantam wilayah Ural, Rusia, pada Jumat pekan lalu. Pecahan-pecahan itu ditemukan di Danau Chebarkul, wilayah Chelyabinsk.
""Kami telah menyelesaikan studi, kami mengonfirmasi bahwa benda yang ditemukan oleh tim ekspedisi kami di Danau Chebarkul memiliki sifat meteorit,"" kata Viktor Grohovsky dari the Urals Federal University seperti dikutip RIA Novosti, Minggu 17 Februari 2013.
""Meteorit ini adalah chondrite (jenis meteorit yang belum mengalami diferensiasi dari kondisi awalnya) biasa, ini adalah meteorit yang tersusun dari unsur batu yang mengandung sekitar 10 persen besi,"" tambah Grohovsky.
Meteorit ini kemungkinan akan diberi nama meteorit Chebarkul. NASA memprediksi meteorit yang mendarat di Rusia ini berdiameter sekitar 15 meter saat menghunjam bumi. Meteorit ini meluncur dengan kecepatan melebihi kecepatan suara.
Peristiwa ini menyebabkan sekitar 1.200 orang terluka. Sebanyak 52 di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan. "
""Kami telah menyelesaikan studi, kami mengonfirmasi bahwa benda yang ditemukan oleh tim ekspedisi kami di Danau Chebarkul memiliki sifat meteorit,"" kata Viktor Grohovsky dari the Urals Federal University seperti dikutip RIA Novosti, Minggu 17 Februari 2013.
""Meteorit ini adalah chondrite (jenis meteorit yang belum mengalami diferensiasi dari kondisi awalnya) biasa, ini adalah meteorit yang tersusun dari unsur batu yang mengandung sekitar 10 persen besi,"" tambah Grohovsky.
Meteorit ini kemungkinan akan diberi nama meteorit Chebarkul. NASA memprediksi meteorit yang mendarat di Rusia ini berdiameter sekitar 15 meter saat menghunjam bumi. Meteorit ini meluncur dengan kecepatan melebihi kecepatan suara.
Peristiwa ini menyebabkan sekitar 1.200 orang terluka. Sebanyak 52 di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





