News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Rencana Apple meluncurkan ponsel tablet atau phablet pada tahun ini nampaknya tidak selancar perkiraan. Padahal, ""iPhablet"", sebutan sementara untuk phablet Apple, digadang-gadang akan menggenjot penjualan iPhone 5 yang melamban.
Usut punya usut, penundaan produksi iPhablet dilatarbelakangi sulitnya memproduksi desain perangkat tersebut dalam jumlah banyak. Namun, ini bukan kali pertama perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu ditimpa masalah produksi.
Beberapa bulan lalu, Apple juga kesulitan untuk merilis iMac baru lantaran desain mutakhir yang diajukan vendor asal Cupertino, California itu sulit diproduksi secara massal dalam pabrik.
Hal itu diamini analis Peter Misek dari Jefferies & Company. Dia mengklaim bahwa Apple tengah kesulitan dalam memproduksi layar yang lebih besar dari layar iPhone, sekitar 5 atau 5,5 inci. Hal ini menyebabkan peluncuran phablet Apple tertunda sampai Juni tahun depan.
Rumor sebelumnya mengisyaratkan Apple untuk menghadirkan phablet tahun ini, agar bisa menyaingi Samsung yang sedang di atas angin bersama jajaran Galaxy Note. Bayangkan, di tahun 2012 saja, vendor Korea Selatan itu telah mengapalkan lebih dari 15 juta unit Galaxy Note.
Apple pun dibuat tergiur. Namun, tampaknya mimpi itu sirna. Padahal, Misek mengatakan, peluncuran phablet menjadi langkah yang sangat krusial untuk menolong Apple, yang penjualan iPhone 5-nya lesu, sampai produksinya lagi-lagi dipotong dari 40.000 unit menjadi 30.000 unit per triwulan."
Usut punya usut, penundaan produksi iPhablet dilatarbelakangi sulitnya memproduksi desain perangkat tersebut dalam jumlah banyak. Namun, ini bukan kali pertama perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu ditimpa masalah produksi.
Beberapa bulan lalu, Apple juga kesulitan untuk merilis iMac baru lantaran desain mutakhir yang diajukan vendor asal Cupertino, California itu sulit diproduksi secara massal dalam pabrik.
Hal itu diamini analis Peter Misek dari Jefferies & Company. Dia mengklaim bahwa Apple tengah kesulitan dalam memproduksi layar yang lebih besar dari layar iPhone, sekitar 5 atau 5,5 inci. Hal ini menyebabkan peluncuran phablet Apple tertunda sampai Juni tahun depan.
Rumor sebelumnya mengisyaratkan Apple untuk menghadirkan phablet tahun ini, agar bisa menyaingi Samsung yang sedang di atas angin bersama jajaran Galaxy Note. Bayangkan, di tahun 2012 saja, vendor Korea Selatan itu telah mengapalkan lebih dari 15 juta unit Galaxy Note.
Apple pun dibuat tergiur. Namun, tampaknya mimpi itu sirna. Padahal, Misek mengatakan, peluncuran phablet menjadi langkah yang sangat krusial untuk menolong Apple, yang penjualan iPhone 5-nya lesu, sampai produksinya lagi-lagi dipotong dari 40.000 unit menjadi 30.000 unit per triwulan."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





