News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Planet Saturnus memiliki pesona menakjubkan berupa cincin dan bulannya yang sangat cantik. Banyak yang beranggapan cincin itu merupakan sisa kosmik dari Sistem Tata Surya.
Tapi, tahukah Anda kalau cincin Planet Saturnus itu ternyata bisa menghasilkan hujan?
Berdasarkan hasil observasi dari dua teleskop besar di Keck Observatory yang terletak di Hawaii, AS, para peneliti menemukan cincin Planet Saturnus menghasilkan tetesan air yang bermuatan listrik.
Selain itu, temuan terbaru ini menjelaskan dari mana asal-muasal munculnya air di atmosfer Saturnus.
Menurut James O'Donoghue, peneliti utama dari University of Leicester, Inggris, Saturnus adalah planet pertama yang menunjukkan adanya interaksi antara sistem cincinnya dan atmosfer.
""Hujan yang jatuh dari cincin Planet Saturnus ternyata memengaruhi komposisi temperatur udara di bagian atas atmosfer Saturnus,"" kata O'Donoghue, dilansir Telegraph, Kamis 11 April 2013.
Ia menambahkan, efek utama dari hujan di cincin Planet Saturnus adalah mengurangi kadar ionosfer --bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari, sehingga dapat mengurangi kepadatan elektron di atmosfernya.
Bukti pertama dari cincin Planet Saturnus yang menghasilkan hujan ini ditemukan oleh pesawat ruang angkasa NASA Voyager, saat menangkap dua sampai tiga gambar Planet Saturnus.
Gambar-gambar inframerah yang diambil pada 1997 itu mengungkapkan adanya jejak air di atmosfer saturnus. Awalnya, banyak peneliti yang bertanya-tanya bagaimana air itu terbentuk.
Kini, semuanya telah terjawab. Ternyata, air yang ada di atmosfer Saturnus berasal dari cincin yang melingkarinya. Temuan terbaru ini telah dipublikasikan di Jurnal Nature."
Tapi, tahukah Anda kalau cincin Planet Saturnus itu ternyata bisa menghasilkan hujan?
Berdasarkan hasil observasi dari dua teleskop besar di Keck Observatory yang terletak di Hawaii, AS, para peneliti menemukan cincin Planet Saturnus menghasilkan tetesan air yang bermuatan listrik.
Selain itu, temuan terbaru ini menjelaskan dari mana asal-muasal munculnya air di atmosfer Saturnus.
Menurut James O'Donoghue, peneliti utama dari University of Leicester, Inggris, Saturnus adalah planet pertama yang menunjukkan adanya interaksi antara sistem cincinnya dan atmosfer.
""Hujan yang jatuh dari cincin Planet Saturnus ternyata memengaruhi komposisi temperatur udara di bagian atas atmosfer Saturnus,"" kata O'Donoghue, dilansir Telegraph, Kamis 11 April 2013.
Ia menambahkan, efek utama dari hujan di cincin Planet Saturnus adalah mengurangi kadar ionosfer --bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi matahari, sehingga dapat mengurangi kepadatan elektron di atmosfernya.
Bukti pertama dari cincin Planet Saturnus yang menghasilkan hujan ini ditemukan oleh pesawat ruang angkasa NASA Voyager, saat menangkap dua sampai tiga gambar Planet Saturnus.
Gambar-gambar inframerah yang diambil pada 1997 itu mengungkapkan adanya jejak air di atmosfer saturnus. Awalnya, banyak peneliti yang bertanya-tanya bagaimana air itu terbentuk.
Kini, semuanya telah terjawab. Ternyata, air yang ada di atmosfer Saturnus berasal dari cincin yang melingkarinya. Temuan terbaru ini telah dipublikasikan di Jurnal Nature."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





