News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Pemanfaatan energi dari sinar matahari sebagai pembangkit energi listrik mulai dilirik di San Fransisco, AS.
Pasalnya, sinar energi di wilayah ini sangat melimpah. Salah satu alat untuk menangkap sinar matahari adalah panel surya.
Saat ini, para ilmuwan sedang mencari cara agar panel surya bisa lebih terjangkau dan pembuatannya memakai material yang tersedia melimpah.
Sebab itu, sejumlah peneliti di Stanford University kini mulai meneliti penggunaaan bahan karbon untuk mengambil energi matahari dan menciptakan sel surya dengan harga yang lebih murah.
Menjawab tantangan itu, Michael Vosgueritchian, mahasiswa dari kelompok penelitian BAO, telah mengembangkan sel surya yang sungguh kecil, yang seluruh bahannya terbuat dari karbon.
Dengan menggunakan berbagai jenis karbon, seperti karbon nanotube, fullerene, dan graphene, kelompok tersebut membentuk sel surya dengan menggunakan material murah meriah dan teknik industri.
"
Pasalnya, sinar energi di wilayah ini sangat melimpah. Salah satu alat untuk menangkap sinar matahari adalah panel surya.
Saat ini, para ilmuwan sedang mencari cara agar panel surya bisa lebih terjangkau dan pembuatannya memakai material yang tersedia melimpah.
Sebab itu, sejumlah peneliti di Stanford University kini mulai meneliti penggunaaan bahan karbon untuk mengambil energi matahari dan menciptakan sel surya dengan harga yang lebih murah.
Menjawab tantangan itu, Michael Vosgueritchian, mahasiswa dari kelompok penelitian BAO, telah mengembangkan sel surya yang sungguh kecil, yang seluruh bahannya terbuat dari karbon.
Dengan menggunakan berbagai jenis karbon, seperti karbon nanotube, fullerene, dan graphene, kelompok tersebut membentuk sel surya dengan menggunakan material murah meriah dan teknik industri.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





