News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Atari yang sempat menjadi pionir konsol permainan digital terancam game over. Pasalnya, perusahaan cabang di Amerika Serikat mengajukan perlindungan pailit setelah tidak untung dalam beberapa tahun terakhir.
Diberitakan BBC, Senin 21 Januari 2013, Perlindungan pailit juga diajukan oleh berbagai anak perusahaan Atari di AS, yaitu Atari Interactive Inc, Humongous Inc. dan California US Holdings Inc.
Untuk mencegah agar pailit tidak terjadi, Atari di Amerika akan berjuang mencari investor swasta yang bergerak di bidang digital dan mobile game. Dalam beberapa bulan ke depan, Atari juga akan menjual beberapa asetnya, seperti logo Atari dan berbagai lisensi permainan yang berjumlah lebih dari 200 game dan waralaba.
Atari terkenal sebagai salah satu pembuka jalan bagi dunia game modern. Pada tahun 1972, perusahaan ini memproduksi game arcade ""Pong"" yang sukses besar. Pong adalah game pertama yang sukses secara komersial dan memulai persaingan di dunia permainan digital.
Game lainnya yang sukses dikeluarkan Atari adalah ""Centipede"" dan ""Asteroid"". Namun seiring waktu, popularitas Atari semakin surut karena semakin banyak perusahaan-perusahaan game bermunculan, di antaranya adalah Nintendo pada 1974.
Sejak itu, Atari mulai kehilangan penghasilan. Perusahaan ini beberapa kali berganti pemilik, terakhir dimiliki oleh perusahaan Prancis, France Infogramme Entertainment pada 2008 dan berganti nama menjadi Atari SA.
Atari kemudian mengalami kerugian selama beberapa tahun berturut-turut. Beban terberat Atari adalah beban utangnya kepada BlueBay Asset Management sebesar 21 juta euro (Rp270 miliar) yang akan jatuh tempo pada 31 Maret tahun ini.
Atari cabang Amerika Serikat berniat berdiri sendiri dan pisah dari Atari SA yang dianggap membebani mereka. Atari Inc akan beroperasi seperti biasa saat perlindungan pailitnya diproses. Mereka telah mendapatkan persetujuan utang sebesar US$5 juta dari perusahaan peminjam, Tenor Capital."
Diberitakan BBC, Senin 21 Januari 2013, Perlindungan pailit juga diajukan oleh berbagai anak perusahaan Atari di AS, yaitu Atari Interactive Inc, Humongous Inc. dan California US Holdings Inc.
Untuk mencegah agar pailit tidak terjadi, Atari di Amerika akan berjuang mencari investor swasta yang bergerak di bidang digital dan mobile game. Dalam beberapa bulan ke depan, Atari juga akan menjual beberapa asetnya, seperti logo Atari dan berbagai lisensi permainan yang berjumlah lebih dari 200 game dan waralaba.
Atari terkenal sebagai salah satu pembuka jalan bagi dunia game modern. Pada tahun 1972, perusahaan ini memproduksi game arcade ""Pong"" yang sukses besar. Pong adalah game pertama yang sukses secara komersial dan memulai persaingan di dunia permainan digital.
Game lainnya yang sukses dikeluarkan Atari adalah ""Centipede"" dan ""Asteroid"". Namun seiring waktu, popularitas Atari semakin surut karena semakin banyak perusahaan-perusahaan game bermunculan, di antaranya adalah Nintendo pada 1974.
Sejak itu, Atari mulai kehilangan penghasilan. Perusahaan ini beberapa kali berganti pemilik, terakhir dimiliki oleh perusahaan Prancis, France Infogramme Entertainment pada 2008 dan berganti nama menjadi Atari SA.
Atari kemudian mengalami kerugian selama beberapa tahun berturut-turut. Beban terberat Atari adalah beban utangnya kepada BlueBay Asset Management sebesar 21 juta euro (Rp270 miliar) yang akan jatuh tempo pada 31 Maret tahun ini.
Atari cabang Amerika Serikat berniat berdiri sendiri dan pisah dari Atari SA yang dianggap membebani mereka. Atari Inc akan beroperasi seperti biasa saat perlindungan pailitnya diproses. Mereka telah mendapatkan persetujuan utang sebesar US$5 juta dari perusahaan peminjam, Tenor Capital."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





