News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sebuah kolaborasi internasional yang dipimpin oleh Profesor Scott O'Neill dari Universitas Monash, Australia, sedang menyelidiki apakah Wolbachia dapat digunakan sebagai strategi kendali hayati yang efektif untuk menghentikan penularan demam berdarah kepada manusia. Riset ini juga melibatkan peneliti dari Indonesia, negara yang juga menjadi salah satu lokasi proyek penelitian.
Wolbachia adalah bakteri alamiah yang terdapat dalam tubuh hingga 70 persen dari semua spesies yang berbeda dari serangga di sekitar kita tapi tidak terdapat dalam tubuh nyamuk demam berdarah Aedes aegypti.
“Ketika disuntikkan ke Aedes aegypti, Wolbachia bertindak seperti vaksin yang mengurangi kemampuan nyamuk tersebut untuk menularkan demam berdarah di antara manusia,” kata Profesor O'Neill, Ilmuwan Pimpinan program penelitian Eliminate Dengue, seperti yang dipublikasikan Kedutaan Besar Australia di Jakarta hari ini.
“Kami percaya bahwa strategi berbasis Wolbachia merupakan pendekatan yang praktis dan sensitif lingkungan untuk pemberantasan demam berdarah yang berpotensi untuk diterapkan di daerah yang lebih luas dengan biaya rendah,” katanya.
Profesor O'Neill berada di Jakarta dan Yogyakarta selama 16-19 Juni sebagai bagian dari kunjungan kawasan ke Vietnam, Filipina dan Indonesia.
Program penelitian pimpinan O'Neill ini didirikan pada 2005 dengan menghimpun para ahli dari seluruh dunia dengan berbagai keterampilan dan pengalaman termasuk genetika Wolbachia, biologi dan ekologi nyamuk, epidemiologi dan kontrol demam berdarah serta pendidikan dan peningkatan kesehatan.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyampaikan selamat kepada ilmuwan dan peneliti dari Indonesia dan Australia yang terlibat dalam proyek ini.
“Ini merupakan contoh kolaborasi ilmiah yang sangat baik di antara tetangga dekat yang menghadapi tantangan bersama kesehatan masyarakat. Saya berharap bersama mitra internasional lainnya, mereka dapat menurunkan tingkat penularan demam berdarah di Indonesia, Australia dan seluruh dunia,” kata Dubes Moriarty.
Lokasi proyek saat ini meliputi Australia, Brasil, Cina, Vietnam dan Indonesia. Eliminate Dengue Indonesia secara resmi diluncurkan pada September 2011 dan merupakan kerjasama antara Yayasan Tahija, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Monash di Melbourne, Australia. "
Wolbachia adalah bakteri alamiah yang terdapat dalam tubuh hingga 70 persen dari semua spesies yang berbeda dari serangga di sekitar kita tapi tidak terdapat dalam tubuh nyamuk demam berdarah Aedes aegypti.
“Ketika disuntikkan ke Aedes aegypti, Wolbachia bertindak seperti vaksin yang mengurangi kemampuan nyamuk tersebut untuk menularkan demam berdarah di antara manusia,” kata Profesor O'Neill, Ilmuwan Pimpinan program penelitian Eliminate Dengue, seperti yang dipublikasikan Kedutaan Besar Australia di Jakarta hari ini.
“Kami percaya bahwa strategi berbasis Wolbachia merupakan pendekatan yang praktis dan sensitif lingkungan untuk pemberantasan demam berdarah yang berpotensi untuk diterapkan di daerah yang lebih luas dengan biaya rendah,” katanya.
Profesor O'Neill berada di Jakarta dan Yogyakarta selama 16-19 Juni sebagai bagian dari kunjungan kawasan ke Vietnam, Filipina dan Indonesia.
Program penelitian pimpinan O'Neill ini didirikan pada 2005 dengan menghimpun para ahli dari seluruh dunia dengan berbagai keterampilan dan pengalaman termasuk genetika Wolbachia, biologi dan ekologi nyamuk, epidemiologi dan kontrol demam berdarah serta pendidikan dan peningkatan kesehatan.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyampaikan selamat kepada ilmuwan dan peneliti dari Indonesia dan Australia yang terlibat dalam proyek ini.
“Ini merupakan contoh kolaborasi ilmiah yang sangat baik di antara tetangga dekat yang menghadapi tantangan bersama kesehatan masyarakat. Saya berharap bersama mitra internasional lainnya, mereka dapat menurunkan tingkat penularan demam berdarah di Indonesia, Australia dan seluruh dunia,” kata Dubes Moriarty.
Lokasi proyek saat ini meliputi Australia, Brasil, Cina, Vietnam dan Indonesia. Eliminate Dengue Indonesia secara resmi diluncurkan pada September 2011 dan merupakan kerjasama antara Yayasan Tahija, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Universitas Monash di Melbourne, Australia. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





