News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sejumlah arkeolog asal Australia berhasil menggali hutan di negara Kamboja untuk menemukan kota hilang seperti ""Atlantis"" yang diyakini berusia 1.200 tahun.
Seperti diberitakan Sydney Morning Herald, tim peneliti dari Australia telah bersusah payah menguak tabir baru di kawasan hutan yang penuh dengan ranjau untuk menemukan Kota Mahendraparvata.
""Di kota ini semua peradaban dimulai, sampai terciptanya peradaban Angkor yang berhubungan dengan terbentuknya Candi Angkor Wat,"" kata Damian Evans, Direktur Pusat Penelitian Arkeologi di University of Sydney, dilansir Fox News, 17 Juni 2013.
Penemuan kota hilang ini menggunakan teknologi laser scanning udara yang disebut Lidar. Tanpa bantuan teknologi ini, mustahil Kota Mahendraparvata dapat ditemukan.
""Sangat luar biasa. Dengan alat ini, kami dapat melihat gambaran langsung dari sebuah kota yang sebelumnya tidak terlihat,"" ungkap Evans.
Sejauh ini, penggalian yang dilakukan tim arkeolog sudah menemukan hampir 30 candi yang sebelumnya tidak pernah tercatat dan beberapa bukti kanal kuno, bendungan, dan jalan-jalan dari kota yang hilang.
""Dari temuan-temuan jalan, kanal, dan bendungan, sangat jelas daerah itu pada zaman dahulu adalah sebuah kota yang memiliki peradaban yang maju,"" ungkap Jean-Baptiste Chevance, Direktur Archaeology Development Foundation, Inggris.
Posisi reruntuhan dari Kota Mahendraparvata terletak 30 kilometer sebelah utara dari komplek candi Angkor Wat dan 48 kilometer sebelah utara pegunungan Phnom Kulen di Provinsi Siem Reap, Kamboja.
Hasil temuan dari ekspedisi tersebut, rencananya akan segera dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. "
Seperti diberitakan Sydney Morning Herald, tim peneliti dari Australia telah bersusah payah menguak tabir baru di kawasan hutan yang penuh dengan ranjau untuk menemukan Kota Mahendraparvata.
""Di kota ini semua peradaban dimulai, sampai terciptanya peradaban Angkor yang berhubungan dengan terbentuknya Candi Angkor Wat,"" kata Damian Evans, Direktur Pusat Penelitian Arkeologi di University of Sydney, dilansir Fox News, 17 Juni 2013.
Penemuan kota hilang ini menggunakan teknologi laser scanning udara yang disebut Lidar. Tanpa bantuan teknologi ini, mustahil Kota Mahendraparvata dapat ditemukan.
""Sangat luar biasa. Dengan alat ini, kami dapat melihat gambaran langsung dari sebuah kota yang sebelumnya tidak terlihat,"" ungkap Evans.
Sejauh ini, penggalian yang dilakukan tim arkeolog sudah menemukan hampir 30 candi yang sebelumnya tidak pernah tercatat dan beberapa bukti kanal kuno, bendungan, dan jalan-jalan dari kota yang hilang.
""Dari temuan-temuan jalan, kanal, dan bendungan, sangat jelas daerah itu pada zaman dahulu adalah sebuah kota yang memiliki peradaban yang maju,"" ungkap Jean-Baptiste Chevance, Direktur Archaeology Development Foundation, Inggris.
Posisi reruntuhan dari Kota Mahendraparvata terletak 30 kilometer sebelah utara dari komplek candi Angkor Wat dan 48 kilometer sebelah utara pegunungan Phnom Kulen di Provinsi Siem Reap, Kamboja.
Hasil temuan dari ekspedisi tersebut, rencananya akan segera dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





