News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Paus Fransiskus
(IANnews.id) Jakarta - Saat banyak pengguna Internet dunia sebagian besar memiliki akun Facebook, pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus, justru enggan memiliki akun jejaring sosial terpopuler itu. Padahal saat ini Paus yang berasal dari Argentina itu sudah terjun di media sosial dengan aktif di Twitter.
Paus enggan membuat akun Facebook karena potensi yang tidak baik dari laman media sosial itu. Dia khawatir dan prihatin dengan komentar kasar yang ditimbulkan di situs besutan Mark Zuckerberg itu.
Melansir Quatz, Jumat 23 Mei 2014, hal itu diketahui usai perwakilan Facebook berkunjung ke vatikan untuk membujuk Paus agar memiliki akun Facebook. Niatan Facebook itu muncul setelah melihat sebelumnya Paus sudah memiliki akun Twitter yang mendapat respons bagus dari umat. Sejauh ini akun Twitter Paus, @Pontifex, memiliki follower mencapai 4 juta.
Sayangnya, melalui Uskup Agung yang bertanggungjawab strategi media gereja, Claudio Matia Celli, Paus menolak permintaan Facebook itu.
Kekhawatiran itu sebelumnya sudah disampaikan para Kardinal setelah melihat berbagai komentar atas posting akun Twitter Paus. Atas masukan itu, Celli mengatakan pembuatan akun Facebook dapat menyebabkan 'krisis' di Vatikan.
Sebagaimana diketahui komentar status di Facebook lebih memungkinkan komentar kasar dan tak sopan, berbeda dengan platfrom Twitter yang dengan mudah dapat diabaikan.
Vatikan bahkan mengaku pernah dibuat repot oleh komentar kasar yang memenuhi halaman Facebook untuk News.va, situs berita Vatikan. Pusat gereja di Dunia itu menghapus kata-kata kotor meski membiarkan kritikan yang sopan. Nah belajar dari pengalaman itu, pembuatan akun pribadi Paus diurungkan.
Penggunaan media sosial memang sudah mulai membanjiri gereja dalam rangka memperluas penyampaian pesan religi. Vatikan Insider melaporkan awal tahun ini para pejabat gereja telah dipandu tim teknisi untuk mencegah pesan yang tidak sopan atau tak pantas di Facebook.
Paus enggan membuat akun Facebook karena potensi yang tidak baik dari laman media sosial itu. Dia khawatir dan prihatin dengan komentar kasar yang ditimbulkan di situs besutan Mark Zuckerberg itu.
Melansir Quatz, Jumat 23 Mei 2014, hal itu diketahui usai perwakilan Facebook berkunjung ke vatikan untuk membujuk Paus agar memiliki akun Facebook. Niatan Facebook itu muncul setelah melihat sebelumnya Paus sudah memiliki akun Twitter yang mendapat respons bagus dari umat. Sejauh ini akun Twitter Paus, @Pontifex, memiliki follower mencapai 4 juta.
Sayangnya, melalui Uskup Agung yang bertanggungjawab strategi media gereja, Claudio Matia Celli, Paus menolak permintaan Facebook itu.
Kekhawatiran itu sebelumnya sudah disampaikan para Kardinal setelah melihat berbagai komentar atas posting akun Twitter Paus. Atas masukan itu, Celli mengatakan pembuatan akun Facebook dapat menyebabkan 'krisis' di Vatikan.
Sebagaimana diketahui komentar status di Facebook lebih memungkinkan komentar kasar dan tak sopan, berbeda dengan platfrom Twitter yang dengan mudah dapat diabaikan.
Vatikan bahkan mengaku pernah dibuat repot oleh komentar kasar yang memenuhi halaman Facebook untuk News.va, situs berita Vatikan. Pusat gereja di Dunia itu menghapus kata-kata kotor meski membiarkan kritikan yang sopan. Nah belajar dari pengalaman itu, pembuatan akun pribadi Paus diurungkan.
Penggunaan media sosial memang sudah mulai membanjiri gereja dalam rangka memperluas penyampaian pesan religi. Vatikan Insider melaporkan awal tahun ini para pejabat gereja telah dipandu tim teknisi untuk mencegah pesan yang tidak sopan atau tak pantas di Facebook.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





