News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - “Mari lakukan apa yang kita semua sepakat: jaga pajak kelas menengah rendah. Berdiri bersama Presiden Obama.”
Untaian kalimat itu menyambut pengunjung www.barackobama.com, laman pribadi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Di bawah pesan itu, ada tempat kosong mengisi alamat e-mail dan kode pos agar bisa masuk ke dalam halaman tersebut. Begitu masuk, ternyata ada ajakan untuk menyumbang dana. Ada tiga cara untuk menyumbang: langsung lewat web, lewat e-mail, dan lewat pesan singkat.
Bagi pengunjung yang tidak ingin sisihkan dana, bisa juga sumbang cerita. Maka, di laman itu, tersedia fitur “Ceritakan Kisahmu,” yang dapat diisi melalui akun Facebook dan Twitter. Ada 13 topik yang dapat dipilih untuk diceritakan dan salah satunya berkaitan dengan isu pajak.
Sumbangan dan aspirasi ini menjadi cara Obama mengikat dukungan dari masyarakat untuk mengegolkan janji-janji kampanyenya. Dan janji kampanye yang sedang ditentukan nasibnya saat ini adalah soal mempertahankan pajak rendah bagi mayoritas rakyat Amerika, namun menerapkan kenaikan pajak bagi segelintir orang kaya. Obama berjanji, pajak lebih rendah bagi orang yang berpenghasilan di bawah US$250 ribu. Cara itu dia yakini bisa melindungi 98 persen rakyat Amerika.
Partai Republik, kubu oposisi yang gagal memenangkan Mitt Romney pada Pemilu Presiden 6 November lalu, sejauh ini menolak segala bentuk kenaikan pajak. Dan sayangnya, Dewan Perwakilan Rakyat yang berwenang membuat aturan ini dikuasai Partai Republik. Walau sudah berbulan-bulan, negosiasi Republik dengan Demokrat masih buntu.
Solusi untuk keadaan ini cuma dua, pertama, melobi Republik untuk bersedia melunak, dan kedua, merayu rakyat bersama-sama mendesakkan agenda ini. Untuk yang pertama, butuh dana membayar pelobi; donasi publik pun menjadi penting. Untuk yang kedua, Obama terbukti ahlinya."
Untaian kalimat itu menyambut pengunjung www.barackobama.com, laman pribadi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Di bawah pesan itu, ada tempat kosong mengisi alamat e-mail dan kode pos agar bisa masuk ke dalam halaman tersebut. Begitu masuk, ternyata ada ajakan untuk menyumbang dana. Ada tiga cara untuk menyumbang: langsung lewat web, lewat e-mail, dan lewat pesan singkat.
Bagi pengunjung yang tidak ingin sisihkan dana, bisa juga sumbang cerita. Maka, di laman itu, tersedia fitur “Ceritakan Kisahmu,” yang dapat diisi melalui akun Facebook dan Twitter. Ada 13 topik yang dapat dipilih untuk diceritakan dan salah satunya berkaitan dengan isu pajak.
Sumbangan dan aspirasi ini menjadi cara Obama mengikat dukungan dari masyarakat untuk mengegolkan janji-janji kampanyenya. Dan janji kampanye yang sedang ditentukan nasibnya saat ini adalah soal mempertahankan pajak rendah bagi mayoritas rakyat Amerika, namun menerapkan kenaikan pajak bagi segelintir orang kaya. Obama berjanji, pajak lebih rendah bagi orang yang berpenghasilan di bawah US$250 ribu. Cara itu dia yakini bisa melindungi 98 persen rakyat Amerika.
Partai Republik, kubu oposisi yang gagal memenangkan Mitt Romney pada Pemilu Presiden 6 November lalu, sejauh ini menolak segala bentuk kenaikan pajak. Dan sayangnya, Dewan Perwakilan Rakyat yang berwenang membuat aturan ini dikuasai Partai Republik. Walau sudah berbulan-bulan, negosiasi Republik dengan Demokrat masih buntu.
Solusi untuk keadaan ini cuma dua, pertama, melobi Republik untuk bersedia melunak, dan kedua, merayu rakyat bersama-sama mendesakkan agenda ini. Untuk yang pertama, butuh dana membayar pelobi; donasi publik pun menjadi penting. Untuk yang kedua, Obama terbukti ahlinya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





