News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Peneliti University of Southampton, Inggris Raya, menemukan adanya kemampuan istimewa pada orang buta dan yang berpenglihatan lemah. Mereka ternyata memiliki kemampuan echolocation, sensor navigasi yang digunakan kelelawar dan lumba-lumba untuk menentukan objek mati berdasarkan pantulan suara. Demikian dilansir Scienceagogo, 21 Mei 2013.
Membandingkan pendengaran orang buta dan orang yang dapat melihat, peneliti menggunakan ruang pendengaran virtual untuk menyelidiki jarak dan orientasi objek reflektif pada kemampuan mengidentifikasi posisi kiri dan kanan objek.
Peneliti juga menggunakan suara dengan durasi dan bandwidth berbeda serta berbagai manipulasi audio untuk menyeldiki aspek suara yang penting.
Ruang pendengaran virtual yang dibuat dalam ruang tanpa gema memungkinkan peneliti menghilangkan adanya petunjuk akan posisi tertentu, misalnya dengan langkah kaki dan penempatan objek. Penghilangan petunjuk itu juga untuk memanipulasi suara dengan cara yang tidak mungkin diketahui orang buta.
Menurut kepala tim riset, Daniel Rowan, hasil penelitian mereka menunjukkan baik orang buta maupun orang yang dapat melihat punya pendengaran yang akurat. Bahkan, jika mampu menggunakan echolocation, mereka dapat memanfaatkan gema untuk membedakan lokasi objek.
Peneliti menyimpulkan bahwa suara dengan frekuensi tinggi, yakni di atas 2 KHz, diperlukan untuk mendukung kemampuan penentuan lokasi ini.
""Kami menemukan bahwa kemampuan kita menggunakan gema untuk menemukan sebuah benda akan memburuk seiring semakin menjauhnya jarak dari objek,"" kata Rowan.
Tim peneliti mengatakan temuan dari studi tersebut akan dapat membantu pengembangkan program pelatihan dan alat bantu bagi orang buta, serta orang dengan daya penglihatan jarak jauh yang rendah.
Peneliti juga memperluas riset mereka untuk menyelidiki temuan objek dalam ruang tiga dimensi serta mendalami kenapa beberapa orang buta seperti punya kemampuan yang lebih dibandingkan yang lain. "
Membandingkan pendengaran orang buta dan orang yang dapat melihat, peneliti menggunakan ruang pendengaran virtual untuk menyelidiki jarak dan orientasi objek reflektif pada kemampuan mengidentifikasi posisi kiri dan kanan objek.
Peneliti juga menggunakan suara dengan durasi dan bandwidth berbeda serta berbagai manipulasi audio untuk menyeldiki aspek suara yang penting.
Ruang pendengaran virtual yang dibuat dalam ruang tanpa gema memungkinkan peneliti menghilangkan adanya petunjuk akan posisi tertentu, misalnya dengan langkah kaki dan penempatan objek. Penghilangan petunjuk itu juga untuk memanipulasi suara dengan cara yang tidak mungkin diketahui orang buta.
Menurut kepala tim riset, Daniel Rowan, hasil penelitian mereka menunjukkan baik orang buta maupun orang yang dapat melihat punya pendengaran yang akurat. Bahkan, jika mampu menggunakan echolocation, mereka dapat memanfaatkan gema untuk membedakan lokasi objek.
Peneliti menyimpulkan bahwa suara dengan frekuensi tinggi, yakni di atas 2 KHz, diperlukan untuk mendukung kemampuan penentuan lokasi ini.
""Kami menemukan bahwa kemampuan kita menggunakan gema untuk menemukan sebuah benda akan memburuk seiring semakin menjauhnya jarak dari objek,"" kata Rowan.
Tim peneliti mengatakan temuan dari studi tersebut akan dapat membantu pengembangkan program pelatihan dan alat bantu bagi orang buta, serta orang dengan daya penglihatan jarak jauh yang rendah.
Peneliti juga memperluas riset mereka untuk menyelidiki temuan objek dalam ruang tiga dimensi serta mendalami kenapa beberapa orang buta seperti punya kemampuan yang lebih dibandingkan yang lain. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





