News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Jika Anda pikir perang browser mobile berakhir, tidak bagi Opera. Karena, salah satu raksasa browser itu baru saja memperkenalkan browser mobile Web terbarunya: Opera Ice.
Kemunculan Opera Ice sekaligus menjadi babak baru dalam ""pertempuran"" mobile browser. Apa yang ditawarkannya?
Opera Ice menggunakan engine layout WebKit, tidak menggunakan Presto lagi seperti Opera-Opera sebelumnya. Engine baru ini sebelumnya juga digunakan oleh Safari versi mobile dan Google Chrome.
Di Opera Ice, Opera juga akan membuang tombol-tombol khasnya. Tabs pada browser juga digantikan oleh ikon-ikon pada Homepage. Selain itu, ia menggunakan gestur jemari sebagai kontrol. Untuk fungsi Forward dan Back, pengguna cukup menyapu jarinya ke kanan dan ke kiri layar.
""Opera Ice berbeda dengan teknologi browser yang sudah ada, dan menyuguhkan aplikasi yang lebih kaya dari sebelumnya,"" kata Lars Boilesen, CEO Opera, di sela seperti dilansir Ubergizmo, Senin 21 Januari 2013.
""Ini adalah browser yang mendukung layar sentuh sepenuhnya dan difokuskan pada perangkat tablet,"" jelas dia.
Dalam videonya, Boilesen juga menuturkan bahwa Opera kini akan fokus pada pengembangan Opera Ice di iOS dan OS Android terlebih dulu. Jika sesuai jadwal, browser baru ini akan bisa dicicipi sekitar bulan Februari. So, kita tunggu tanggal mainnya."
Kemunculan Opera Ice sekaligus menjadi babak baru dalam ""pertempuran"" mobile browser. Apa yang ditawarkannya?
Opera Ice menggunakan engine layout WebKit, tidak menggunakan Presto lagi seperti Opera-Opera sebelumnya. Engine baru ini sebelumnya juga digunakan oleh Safari versi mobile dan Google Chrome.
Di Opera Ice, Opera juga akan membuang tombol-tombol khasnya. Tabs pada browser juga digantikan oleh ikon-ikon pada Homepage. Selain itu, ia menggunakan gestur jemari sebagai kontrol. Untuk fungsi Forward dan Back, pengguna cukup menyapu jarinya ke kanan dan ke kiri layar.
""Opera Ice berbeda dengan teknologi browser yang sudah ada, dan menyuguhkan aplikasi yang lebih kaya dari sebelumnya,"" kata Lars Boilesen, CEO Opera, di sela seperti dilansir Ubergizmo, Senin 21 Januari 2013.
""Ini adalah browser yang mendukung layar sentuh sepenuhnya dan difokuskan pada perangkat tablet,"" jelas dia.
Dalam videonya, Boilesen juga menuturkan bahwa Opera kini akan fokus pada pengembangan Opera Ice di iOS dan OS Android terlebih dulu. Jika sesuai jadwal, browser baru ini akan bisa dicicipi sekitar bulan Februari. So, kita tunggu tanggal mainnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





