Indonesia Archipelago National Network - IANNnews.com

Techno



"Meteorit Hijau, Batu Pertama dari Merkurius?"

Senin,2013-04-01,09:35:25
(IANnews.id) "(IANNnews) Jakarta - Seorang pengusaha tambang baja eksentrik berkebangsaan Australia, yang juga membuat replika Kapal Titanic, Clive Palmer, kembali ingin mewujudkan ide gilanya. Setelah kapal historis, sang pengusaha kini berencana untuk membuat taman dinosaurus berukuran raksasa.

Masih ingat dengan film Jurassic Park? Kemungkinan Anda akan merasakan sensasi di dalam film itu secara langsung dan nyata. Clive bercita-cita, seandainya manusia modern hidup dengan dinosaurus di zaman purba.

Clive Palmer, yang bulan lalu menyampaikan rencana ambisius untuk membuat ""Titanic II"", dikabarkan telah memesan lebih dari 100 robot dinosaurus berukuran asli di China untuk mengisi resornya di Australia Utara.

""Kami akan mempunyai pameran dinosaurus terbesar di dunia. Akan ada 165 replikasi dinosaurus berukuran asli di dalamnya,"" ujar Palmer, dilansir Discovery, Minggu 31 Maret 2013.

Dia mengaku telah memiliki dua makhluk berukuran besar itu, bernama Jeff dan Bones, yang dipajang di Palmer Coolum Resort, di sebelah utara Brisbane, Australia.

Beberapa di antara robot yang dibuat mempunyai tinggi tujuh meter dan berat sekitar 1,2 ton. Palmer mengatakan, mereka akan tampak hidup, bisa menggerakkan ekor dan dadanya, serta mengedipkan mata.

""Saya harap mereka akan datang sekitar akhir April nanti,"" ucapnya.

Lalu, sebenarnya apa alasan Palmer membiayai proyek-proyek sensasional senilai miliaran dolar? ""Sederhana. Saya ingin menghabiskan uang saya sebelum mati,"" tuturnya.

Irving adalah seorang profesor ilmu Bumi dan Angkasa di University of Washington, dan telah bertahun-tahun mempelajari tentang batu bintang.

""Namun, meteor NWA 7325 berbeda. Tidak seperti batu-batu bintang lainnya yang pernah ditemukan di Bumi,"" ucapnya kepada Space.

Bukan dari Mars

Lebih lanjut, dia mengatakan, meteor dari Mars biasanya membawa sisa material semacam atmosfer dari planet Mars, yang membuatnya gampang dibedakan dari batu-batu lain.

Batu angkasa dari Vesta, salah satu asteroid terbesar di Tata Surya, secara kimia juga mudah dibedakan. Tapi, NWA 7325 tidak menyerupai batu angkasa mana pun yang telah ditemukan oleh para ilmuwan selama ini.

Irving berasumsi, meteor itu dibuat dan akhirnya dikeluarkan dari sebuah planet atau dari badan lainnya yang di beberapa titik permukaannya pernah mengalir magma. Dia mengatakan, sejumlah bukti menunjukkan bahwa batu itu dapat terbentuk sebagai ""sampah"" dari magma itu.

""NWA 7325 mempunyai daya magnet yang rendah dibandingkan batu lain yang ditemukan,"" ujar Irving. Data yang dikirim oleh pesawat NASA, yang mengorbit di sekitar Merkurius menunjukkan planet itu mempunyai daya magnet yang juga rendah, mirip dengan NWA 7325.

Hasil pengamatan dari pesawat NASA itu pun memberi Irving data lain untuk mendukung hipotesisnya. Para ilmuwan yang telah akrab dengan geologis Merkurius dan komposisi kimianya berpikir bahwa permukaan planet ini minim mengandung besi.

NWA 7325 pun demikian, membuat dugaan bahwa dari mana pun batu itu datang, asalnya dari objek yang mirip Merkurius."
Lihat Juga Lowongan Kerja Terbaru:
jobs-to-success
GFS
REAFO
REAFO