News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perangkat kacamata pintar besutan Google, Google Glass, dilaporkan segera diproduksi dalam beberapa pekan ke depan.
Berdasarkan laporan Financial Times, yang dilansir The Verge, Kamis 28 Maret 2013, pusat produksi Google Glass dilakukan dekat dengan markas Google di Santa Clara, California, Amerika Serikat.
Raksasa perusahaan Internet itu menggandeng perusahaan perakit asal China, Foxconn, untuk membuat perangkat canggih yang bisa dipakai bak kacamata biasa itu.
Google Glass merupakan perangkat kedua yang dibuat di Amerika Serikat, mengikuti produk sebelumnya, Nexus Q.
Mengingat perangkat ini tergolong istimewa, baik dari sisi inovasi maupun biaya, Google dikabarkan akan membatasi produksi Google Glass hanya dalam ribuan unit.
Tapi, kemungkinan besar Google akan mengubah kebijakan kuota maupun tempat produksi Google Glass setelah merilisnya secara komersial.
Siapa pemilik pertama Google Glass ini? Google hanya merilis nama pemenang kompetisi #ifihadglass dengan opsi pembelian US$1.500, atau setara Rp14,5 juta. Menurut Techcrunch, pemenang kontes adalah sekitar 8.000 orang.
Pihak beruntung lainnya, yakni para pengembang yang telah memesan Google Glass pada konferensi Google I/O tahun lalu."
Berdasarkan laporan Financial Times, yang dilansir The Verge, Kamis 28 Maret 2013, pusat produksi Google Glass dilakukan dekat dengan markas Google di Santa Clara, California, Amerika Serikat.
Raksasa perusahaan Internet itu menggandeng perusahaan perakit asal China, Foxconn, untuk membuat perangkat canggih yang bisa dipakai bak kacamata biasa itu.
Google Glass merupakan perangkat kedua yang dibuat di Amerika Serikat, mengikuti produk sebelumnya, Nexus Q.
Mengingat perangkat ini tergolong istimewa, baik dari sisi inovasi maupun biaya, Google dikabarkan akan membatasi produksi Google Glass hanya dalam ribuan unit.
Tapi, kemungkinan besar Google akan mengubah kebijakan kuota maupun tempat produksi Google Glass setelah merilisnya secara komersial.
Siapa pemilik pertama Google Glass ini? Google hanya merilis nama pemenang kompetisi #ifihadglass dengan opsi pembelian US$1.500, atau setara Rp14,5 juta. Menurut Techcrunch, pemenang kontes adalah sekitar 8.000 orang.
Pihak beruntung lainnya, yakni para pengembang yang telah memesan Google Glass pada konferensi Google I/O tahun lalu."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





