News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Seperti di banyak negara, koran-koran di Australia juga menyusun strategi baru. Ada yang menyesuaikan jumlah oplah dan ada juga yang memperkecil ukuran surat kabar. Namun, yang pasti, mereka serius menggarap edisi daring (online).
""Sama seperti media massa di negara-negara lain, media cetak Australia mengalami perubahan. Banyak pembaca yang beralih dari edisi cetak ke edisi digital,"" kata Stuart Parker, seorang editor The Australian edisi online, di Sydney beberapa waktu lalu.
The Australian dikenal sebagai surat kabar nasional dengan penjualan terbesar di negeri kanguru itu, beroplah sekitar 135.000 eksemplar per hari kerja dan 305.000 eksemplar untuk edisi akhir pekan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, koran milik grup News Limited itu menjalani perubahan strategi, dengan turut berkiprah di dunia maya.
""Pada 2010 koran kami meluncurkan aplikasi di komputer tablet. Pembaca bisa juga mendapat berita-berita di laman Internet,"" kata Parker.
Dia menambahkan bahwa pendapatan The Australian edisi online itu bukan saja dari iklan, namun juga dari berita yang dijual di Internet. ""Ada beberapa berita yang kami buka secara gratis untuk dibaca. Biasanya berita-berita umum yang juga diliput media-media lain. Namun ada beberapa berita yang kami jual, terutama yang sifatnya eksklusif dari wartawan kami. Ada yang sistemnya langganan atau ada yang per artikel, rinciannya bisa dilihat di laman kami,"" kata Parker.
Menurut dia, berjualan koran lewat Internet juga diikuti oleh surat-surat kabar lainnya. ""Para pengelola surat kabar menilai bahwa penyebaran berita lewat Internet ini sangat efektif dan efisien untuk menjangkau banyak pembaca di mana pun. Itulah sebabnya media kami pun kian serius menggaparap edisi online,"" kata Parker, yang mengungkapkan bahwa edisi online korannya itu dikelola 20-an staf.
Parker mengaku tidak heran bila koran-koran utama di Australia tengah menyesuaikan diri di tengah kecenderungan turunnya pendapatan di sektor iklan dan mandeknya sirkulasi edisi cetak.
""Anda lihat sendiri kan koran Sydney Morning Herald dan The Age (sejak 4 Maret lalu) telah mengecilkan ukuran koran mereka ke format tabloid,"" kata Parker merujuk dua surat kabar milik grup Fairfax Media, yang menjadi pesaing News Limited.
""Selain itu banyak media, seperti kami, juga makin serius menggarap edisi online. Potensi di sektor ini luar biasa karena makin banyak orang yang suka mengakses informasi lewat ponsel pintar dan tablet,"" kata Parker. Perubahan format surat kabar itu menjadi contoh bahwa industri media massa Australia tengah menyesuaikan diri dalam perkembangan digital dan perubahan konsumen. "
""Sama seperti media massa di negara-negara lain, media cetak Australia mengalami perubahan. Banyak pembaca yang beralih dari edisi cetak ke edisi digital,"" kata Stuart Parker, seorang editor The Australian edisi online, di Sydney beberapa waktu lalu.
The Australian dikenal sebagai surat kabar nasional dengan penjualan terbesar di negeri kanguru itu, beroplah sekitar 135.000 eksemplar per hari kerja dan 305.000 eksemplar untuk edisi akhir pekan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, koran milik grup News Limited itu menjalani perubahan strategi, dengan turut berkiprah di dunia maya.
""Pada 2010 koran kami meluncurkan aplikasi di komputer tablet. Pembaca bisa juga mendapat berita-berita di laman Internet,"" kata Parker.
Dia menambahkan bahwa pendapatan The Australian edisi online itu bukan saja dari iklan, namun juga dari berita yang dijual di Internet. ""Ada beberapa berita yang kami buka secara gratis untuk dibaca. Biasanya berita-berita umum yang juga diliput media-media lain. Namun ada beberapa berita yang kami jual, terutama yang sifatnya eksklusif dari wartawan kami. Ada yang sistemnya langganan atau ada yang per artikel, rinciannya bisa dilihat di laman kami,"" kata Parker.
Menurut dia, berjualan koran lewat Internet juga diikuti oleh surat-surat kabar lainnya. ""Para pengelola surat kabar menilai bahwa penyebaran berita lewat Internet ini sangat efektif dan efisien untuk menjangkau banyak pembaca di mana pun. Itulah sebabnya media kami pun kian serius menggaparap edisi online,"" kata Parker, yang mengungkapkan bahwa edisi online korannya itu dikelola 20-an staf.
Parker mengaku tidak heran bila koran-koran utama di Australia tengah menyesuaikan diri di tengah kecenderungan turunnya pendapatan di sektor iklan dan mandeknya sirkulasi edisi cetak.
""Anda lihat sendiri kan koran Sydney Morning Herald dan The Age (sejak 4 Maret lalu) telah mengecilkan ukuran koran mereka ke format tabloid,"" kata Parker merujuk dua surat kabar milik grup Fairfax Media, yang menjadi pesaing News Limited.
""Selain itu banyak media, seperti kami, juga makin serius menggarap edisi online. Potensi di sektor ini luar biasa karena makin banyak orang yang suka mengakses informasi lewat ponsel pintar dan tablet,"" kata Parker. Perubahan format surat kabar itu menjadi contoh bahwa industri media massa Australia tengah menyesuaikan diri dalam perkembangan digital dan perubahan konsumen. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





