News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Lumba-lumba dikenal sebagai mamalia laut yang cerdas, sosial, dan kerapkali menoreh reputasi baik sebagai penolong manusia yang terjebak di lautan luas.
Tetapi, baru-baru ini, seorang ahli melaporkan bahwa lumba-lumba telah dilatih sebagai hewan pembunuh oleh Angkatan Laut Ukraina.
Di awal bulan ini, media lokal setempat juga melaporkan, dua dari lima lumba-lumba yang sudah dilatih militer telah kembali ke pangkalannya di Pelabuhan Sevastopol Krimea, Ukraina.
Namun, Kementerian Pertahanan Ukraina membantah laporan tersebut. Mereka menolak tuduhan bahwa Angkatan Laut-nya telah menggunakan lumba-lumba sebagai pasukan militer. Meski begitu, media Ukraina sering menampilkan foto-foto tubuh mamalia laut itu terikat pada peralatan militer.
""Pelatihan militer yang dilakukan terhadap lumba-lumba sudah cukup lama dilakukan, yaitu pada tahun 1980,"" kata Yury Plyachenko, seorang mantan Angkatan Laut Soviet, dilansir RIA Novosti, 14 Maret 2013.
Dia menjelaskan, pada zaman Uni Soviet dulu, lumba-lumba yang berada di Pelabuhan Sevastopol Krimea dilatih untuk menemukan peralatan militer.
""Mereka (lumba-lumba) mempunyai kemampuan untuk menemukan ranjau di laut, menyerang pasukan katak dari pihak musuh, bahkan dipasangkan bahan peledak di kepala untuk melumpuhkan kapal musuh,"" ujar Plyachenko.
Setelah Uni Soviet pecah, pembagian armada lautnya dibagi menjadi dua, kepada Rusia dan Ukraina. Sementara bagian pelatihan spesialis lumba-lumba diberikan kepada Angkatan Laut Ukraina.
Seorang sumber dari Angkatan Laut di Pelabuhan Sevastopol Krimea mengatakan kepada RIA Novosti, bahwa tahun lalu Angkatan Laut Ukraina telah melanjutkan pelatihan lumba-lumba untuk menyerang pasukan katak dan mendeteksi ranjau dari para musuhnya.
""Lumba-lumba pembunuh ini dilatih dan dipasangkan pisau dan pistol khusus untuk menyerang para pasukan perenang musuh,"" ungkap sumber tersebut."
Tetapi, baru-baru ini, seorang ahli melaporkan bahwa lumba-lumba telah dilatih sebagai hewan pembunuh oleh Angkatan Laut Ukraina.
Di awal bulan ini, media lokal setempat juga melaporkan, dua dari lima lumba-lumba yang sudah dilatih militer telah kembali ke pangkalannya di Pelabuhan Sevastopol Krimea, Ukraina.
Namun, Kementerian Pertahanan Ukraina membantah laporan tersebut. Mereka menolak tuduhan bahwa Angkatan Laut-nya telah menggunakan lumba-lumba sebagai pasukan militer. Meski begitu, media Ukraina sering menampilkan foto-foto tubuh mamalia laut itu terikat pada peralatan militer.
""Pelatihan militer yang dilakukan terhadap lumba-lumba sudah cukup lama dilakukan, yaitu pada tahun 1980,"" kata Yury Plyachenko, seorang mantan Angkatan Laut Soviet, dilansir RIA Novosti, 14 Maret 2013.
Dia menjelaskan, pada zaman Uni Soviet dulu, lumba-lumba yang berada di Pelabuhan Sevastopol Krimea dilatih untuk menemukan peralatan militer.
""Mereka (lumba-lumba) mempunyai kemampuan untuk menemukan ranjau di laut, menyerang pasukan katak dari pihak musuh, bahkan dipasangkan bahan peledak di kepala untuk melumpuhkan kapal musuh,"" ujar Plyachenko.
Setelah Uni Soviet pecah, pembagian armada lautnya dibagi menjadi dua, kepada Rusia dan Ukraina. Sementara bagian pelatihan spesialis lumba-lumba diberikan kepada Angkatan Laut Ukraina.
Seorang sumber dari Angkatan Laut di Pelabuhan Sevastopol Krimea mengatakan kepada RIA Novosti, bahwa tahun lalu Angkatan Laut Ukraina telah melanjutkan pelatihan lumba-lumba untuk menyerang pasukan katak dan mendeteksi ranjau dari para musuhnya.
""Lumba-lumba pembunuh ini dilatih dan dipasangkan pisau dan pistol khusus untuk menyerang para pasukan perenang musuh,"" ungkap sumber tersebut."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





