News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Intel memutuskan membuat fungsi layar sentuh menjadi spesifikasi standar untuk generasi ketiga perangkat ultrabook besutannya.
Menurut sumber anonim, dilansir Digitimes, perangkat ultrabook Intel itu akan meluncur dalam waktu dekat setelah perusahaan merilis platform chip Haswell awal Juni mendatang.
Namun, untuk memenuhi standar itu, seluruh biaya diperkirakan akan meningkat sekitar US$70-80, atau setara Rp680-780 ribu, per unit ultrabook.
Intel berharap mitra-mitranya dapat memasarkan ultrabook mereka di tingkat harga yang terjangkau untuk pasar. Di sisi lain, strategi ini dikhawatirkan membuat laba perusahaan menyusut.
Permintaan pasar akan panel layar sentuh tidak sekuat dulu, bahkan menurun 20 persen, dikarenakan harganya cukup tinggi ketika sampai ke konsumen.
Meski Intel baru-baru ini meningkatkan subsidi pemasaran sebesar 20 persen, dan menjamin pasokan pada para mitra untuk komponen utama, termasuk panel sentuh, sumber-sumber di dalam Intel tetap kurang yakin langkah perusahaan tidak menguntungkan untuk seluruh bisnis. "
Menurut sumber anonim, dilansir Digitimes, perangkat ultrabook Intel itu akan meluncur dalam waktu dekat setelah perusahaan merilis platform chip Haswell awal Juni mendatang.
Namun, untuk memenuhi standar itu, seluruh biaya diperkirakan akan meningkat sekitar US$70-80, atau setara Rp680-780 ribu, per unit ultrabook.
Intel berharap mitra-mitranya dapat memasarkan ultrabook mereka di tingkat harga yang terjangkau untuk pasar. Di sisi lain, strategi ini dikhawatirkan membuat laba perusahaan menyusut.
Permintaan pasar akan panel layar sentuh tidak sekuat dulu, bahkan menurun 20 persen, dikarenakan harganya cukup tinggi ketika sampai ke konsumen.
Meski Intel baru-baru ini meningkatkan subsidi pemasaran sebesar 20 persen, dan menjamin pasokan pada para mitra untuk komponen utama, termasuk panel sentuh, sumber-sumber di dalam Intel tetap kurang yakin langkah perusahaan tidak menguntungkan untuk seluruh bisnis. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





