News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Seorang anak sekolah di Oxford secara mengejutkan menemukan objek yang diduga kuat fosil jejak kaki langka, dan diperkirakan berusia lebih dari 300 juta tahun lampau.
Dia adalah Bruno Debattista, bocah berusia 10 tahun. Bruno sehari-harinya bersekolah di Windmill Primary School, Oxford.
Suatu hari, seperti dilansir Science Daily, Bruno membawa sepotong serpihan batu yang dia duga mirip jejak fosil ke klub ekstrakurikuler di Museum Sejarah Alam, Universitas Oxford.
Para ahli di museum pun tercengang dengan temuan Bruno. Setelah diteliti, batuan itu memuat fosil jejak kaki spesies kepiting tapal kuda yang merangkak naik ke lereng berlumpur di pantai kuno, sekitar 320 juta tahun silam.
![]()
""Jejak kaki ini sangat langka, sangat sulit mencarinya. Kami kagum dengan Bruno ketika dia berhasil membawanya ke klub, dan berbagi dengan teman-teman yang lain,"" ungkap Chris Jarvis, petugas pendidikan di museum sekaligus penyelenggara klub Natural History After-School.
""Yang lebih mengesankan lagi, adalah fakta Bruno memiliki firasat bahwa objek yang dibawanya memenuhi unsur fosil,"" ujar Jarvis.
Museum telah mengkonfirmasi jejak kaki pada fosil temuan Bruno berasal dari sepasang kepiting tapal kuda yang sedang kawin, dari era Carboniferous, sekitar 308-327 juta tahun lampau. Di zaman itu, air laut perlahan-lahan tertutup oleh daratan Bumi yang bergerak membentuk Pangaea.
Bruno dan keluarganya telah menyumbangkan spesimen fosil itu kepada museum sebagai bagian koleksi yang dipamerkan untuk umum. "
Dia adalah Bruno Debattista, bocah berusia 10 tahun. Bruno sehari-harinya bersekolah di Windmill Primary School, Oxford.
Suatu hari, seperti dilansir Science Daily, Bruno membawa sepotong serpihan batu yang dia duga mirip jejak fosil ke klub ekstrakurikuler di Museum Sejarah Alam, Universitas Oxford.
Para ahli di museum pun tercengang dengan temuan Bruno. Setelah diteliti, batuan itu memuat fosil jejak kaki spesies kepiting tapal kuda yang merangkak naik ke lereng berlumpur di pantai kuno, sekitar 320 juta tahun silam.
""Jejak kaki ini sangat langka, sangat sulit mencarinya. Kami kagum dengan Bruno ketika dia berhasil membawanya ke klub, dan berbagi dengan teman-teman yang lain,"" ungkap Chris Jarvis, petugas pendidikan di museum sekaligus penyelenggara klub Natural History After-School.
""Yang lebih mengesankan lagi, adalah fakta Bruno memiliki firasat bahwa objek yang dibawanya memenuhi unsur fosil,"" ujar Jarvis.
Museum telah mengkonfirmasi jejak kaki pada fosil temuan Bruno berasal dari sepasang kepiting tapal kuda yang sedang kawin, dari era Carboniferous, sekitar 308-327 juta tahun lampau. Di zaman itu, air laut perlahan-lahan tertutup oleh daratan Bumi yang bergerak membentuk Pangaea.
Bruno dan keluarganya telah menyumbangkan spesimen fosil itu kepada museum sebagai bagian koleksi yang dipamerkan untuk umum. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





