News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Industri pertahanan asal Jerman, Rheinmentall Defence, memperkenalkan senjata penghancur pesawat mata-mata (drone). Senjata baru ini menggunakan sistem laser berenergi tinggi.
Laman BBC, Selasa 8 Januari 2013, memberitakan, senjata laser berdaya 50 kilowatt ini dilengkapi radar dan sistem optik untuk mendeteksi dua drone yang datang dari luar. Sistem pada senjata ini akan mengunci drone dengan radar saat menjejaki lokasi target. Kemudian alat ini akan melacaknya dengan sistem optik.
Drone yang melaju dengan kecepatan 50 meter per detik dan masuk dalam area yang terjangkau radar, dipastikan akan hancur oleh senjata laser ini. Rheinmetall mengklaim mampu menembak dua drone sekaligus dalam jarak lebih dari satu mil.
Dalam uji coba, laser dengan energi tinggi ini berhasil memotong baja setebal 15 milimeter. Senjata ini juga menembakkan bola baja yang didesain menyerupai mortir ke udara. Rheinmetall telah menguji senjata ini dalam berbagai kondisi, termasuk saat salju turun, cerah, maupun hujan.
Saat ini, senjata ini masih statis, harus ditempatkan di suatu tempat tertentu. Ke depannya, Rheinmetall akan mendesain sistem senjata laser ini agar bisa mobile dengan dilengkapi meriam otomatis. Rheinmetal berencana menguji coba senjata laser ini pada kendaraan yang berbeda. Mereka juga berencana mengintegrasikan senjata ini dengan meriam kaliber 35 milimeter.
Sejumlah pemerintah dan industri pertahanan di dunia juga tengah mengembangkan sejata laser ini. Misalnya, Raytheon yang meluncurkan laser anti-pesawat 50kW di Farnborough Airshow pada tahun 2010. Pada Juni 2012, Angkatan Darat AS merilis rincian senjata yang dapat menembakkan laser dengan dipandu petir untuk menyasar target."
Laman BBC, Selasa 8 Januari 2013, memberitakan, senjata laser berdaya 50 kilowatt ini dilengkapi radar dan sistem optik untuk mendeteksi dua drone yang datang dari luar. Sistem pada senjata ini akan mengunci drone dengan radar saat menjejaki lokasi target. Kemudian alat ini akan melacaknya dengan sistem optik.
Drone yang melaju dengan kecepatan 50 meter per detik dan masuk dalam area yang terjangkau radar, dipastikan akan hancur oleh senjata laser ini. Rheinmetall mengklaim mampu menembak dua drone sekaligus dalam jarak lebih dari satu mil.
Dalam uji coba, laser dengan energi tinggi ini berhasil memotong baja setebal 15 milimeter. Senjata ini juga menembakkan bola baja yang didesain menyerupai mortir ke udara. Rheinmetall telah menguji senjata ini dalam berbagai kondisi, termasuk saat salju turun, cerah, maupun hujan.
Saat ini, senjata ini masih statis, harus ditempatkan di suatu tempat tertentu. Ke depannya, Rheinmetall akan mendesain sistem senjata laser ini agar bisa mobile dengan dilengkapi meriam otomatis. Rheinmetal berencana menguji coba senjata laser ini pada kendaraan yang berbeda. Mereka juga berencana mengintegrasikan senjata ini dengan meriam kaliber 35 milimeter.
Sejumlah pemerintah dan industri pertahanan di dunia juga tengah mengembangkan sejata laser ini. Misalnya, Raytheon yang meluncurkan laser anti-pesawat 50kW di Farnborough Airshow pada tahun 2010. Pada Juni 2012, Angkatan Darat AS merilis rincian senjata yang dapat menembakkan laser dengan dipandu petir untuk menyasar target."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





