News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Galaksi Bimasakti memiliki sekitar 17 miliar lebih planet asing seukuran Bumi, demikian hasil studi baru yang sudah diterima untuk dipublikasikan di The Astrophysical Journal.
Para astronom telah menentukan sekitar 17 persen diantara 100 miliar bintang yang berlabuh di Galaksi Bima Sakti, atau sekitar 17 miliar eksoplanet berbatu dengan ukuran kasar sebesar Bumi.
""Benda berbatu ini ada dimana-mana,"" kata anggota tim peneliti, Francois Fressin dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA), kepada reporter dalam pertemuan American Astronomical Society di Long Beach, California.
Menurut hasil studi yang dikutip laman Space.com, tim peneliti melakukan analisis berdasarkan kumpulan data dari teleskop Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Kepler mendeteksi dunia asing dengan mencatat tanda terang yang muncul saat planet melintasi atau transit di bintang induk mereka.
Teleskop yang diluncurkan Maret 2009 itu telah menandai lebih dari 2.700 planet potensial dalam 22 bulan pertama operasi, dan ada 100 lebih yang sudah tercatat.
Berdasarkan informasi aktual maupun simulasi survei Kepler, para peneliti antara lain menentukan bahwa sekitar 17 persen bintang berukuran 0,8 sampai 1,25 kali ukuran Bumi dengan periode orbit 85 hari atau kurang.
Selain itu ada sekitar 25 persen yang disebut ""Bumi super"", dengan ukuran 1,25 sampai dua kali Bumi dan periode orbit 150 hari atau kurang.
""Bumi dan Bumi super bukan pemilih. Kami menemukan mereka di semua jenis lingkungan,"" kata mitra penulis studi, Guillermo Torres dari CfA."
Para astronom telah menentukan sekitar 17 persen diantara 100 miliar bintang yang berlabuh di Galaksi Bima Sakti, atau sekitar 17 miliar eksoplanet berbatu dengan ukuran kasar sebesar Bumi.
""Benda berbatu ini ada dimana-mana,"" kata anggota tim peneliti, Francois Fressin dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA), kepada reporter dalam pertemuan American Astronomical Society di Long Beach, California.
Menurut hasil studi yang dikutip laman Space.com, tim peneliti melakukan analisis berdasarkan kumpulan data dari teleskop Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Kepler mendeteksi dunia asing dengan mencatat tanda terang yang muncul saat planet melintasi atau transit di bintang induk mereka.
Teleskop yang diluncurkan Maret 2009 itu telah menandai lebih dari 2.700 planet potensial dalam 22 bulan pertama operasi, dan ada 100 lebih yang sudah tercatat.
Berdasarkan informasi aktual maupun simulasi survei Kepler, para peneliti antara lain menentukan bahwa sekitar 17 persen bintang berukuran 0,8 sampai 1,25 kali ukuran Bumi dengan periode orbit 85 hari atau kurang.
Selain itu ada sekitar 25 persen yang disebut ""Bumi super"", dengan ukuran 1,25 sampai dua kali Bumi dan periode orbit 150 hari atau kurang.
""Bumi dan Bumi super bukan pemilih. Kami menemukan mereka di semua jenis lingkungan,"" kata mitra penulis studi, Guillermo Torres dari CfA."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





