News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Internet Suriah dilaporkan padam menyusul kondisi yang terus memanas di negara tersebut. Ini bukan kali pertama internet yang jadi sarana penyebaran informasi oposisi padam di Suriah.
Diberitakan CNBC, Rabu 8 Mei 2013, perusahaan keamanan internet Umbrella melaporkan jaringan dunia maya di Suriah telah mati sejak Selasa sore waktu setempat. Perusahaan itu memantau penurunan tajam trafik situs sejak pukul 2 siang.
""Pada pemeriksaan lebih dekat, tampaknya Suriah telah hilang dari internet,"" kata Dan Hubbard, Chief Technology Officer Umbrella dalam posting blog perusahaannya.
Pemadaman internet Suriah juga dilaporkan perusahaan jaringan internet, Akamai dan Rensys. Dalam grafik trafik internet yang ditampilkan Akamai maupun Umbrella, terlihat trafik anjlok hingga ke titik nol.
Laporan transparansi global Google menunjukkan, semua produk dan jasa Google telah padam di Suriah dan telah tidak dapat diakses selama lebih dari dua jam.
Hal serupa juga terjadi pada November tahun lalu. Internet menjadi sarana yang tepat bagi para pejuang revolusi di Suriah untuk menyebarkan propaganda maupun berbagai video kekejaman tentara Bashar al-Assad.
Dan Hubbard, chief technology officer at OpenDNS dalam pernyataannya mengatakan bahwa pada insiden sebelumnya, matinya internet atas perintah pemerintah Suriah.
""Walaupun kami belum bisa berkomentar soal penyebab matinya internet kali ini, namun di insiden sebelumnya, pemerintah Suriah yang memerintah pemadaman internet dan pengrusakan infrastuktur jaringan, termasuk memutus kabel dan listrik,"" kata Dan, dilansir The Guardian. "
Diberitakan CNBC, Rabu 8 Mei 2013, perusahaan keamanan internet Umbrella melaporkan jaringan dunia maya di Suriah telah mati sejak Selasa sore waktu setempat. Perusahaan itu memantau penurunan tajam trafik situs sejak pukul 2 siang.
""Pada pemeriksaan lebih dekat, tampaknya Suriah telah hilang dari internet,"" kata Dan Hubbard, Chief Technology Officer Umbrella dalam posting blog perusahaannya.
Pemadaman internet Suriah juga dilaporkan perusahaan jaringan internet, Akamai dan Rensys. Dalam grafik trafik internet yang ditampilkan Akamai maupun Umbrella, terlihat trafik anjlok hingga ke titik nol.
Laporan transparansi global Google menunjukkan, semua produk dan jasa Google telah padam di Suriah dan telah tidak dapat diakses selama lebih dari dua jam.
Hal serupa juga terjadi pada November tahun lalu. Internet menjadi sarana yang tepat bagi para pejuang revolusi di Suriah untuk menyebarkan propaganda maupun berbagai video kekejaman tentara Bashar al-Assad.
Dan Hubbard, chief technology officer at OpenDNS dalam pernyataannya mengatakan bahwa pada insiden sebelumnya, matinya internet atas perintah pemerintah Suriah.
""Walaupun kami belum bisa berkomentar soal penyebab matinya internet kali ini, namun di insiden sebelumnya, pemerintah Suriah yang memerintah pemadaman internet dan pengrusakan infrastuktur jaringan, termasuk memutus kabel dan listrik,"" kata Dan, dilansir The Guardian. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





