News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sebagai perusahaan penyedia konten musik legal, PT MelOn Indonesian, terus mendukung aksi stop pembajakan untuk produk-produk musik.
Menurut Budi Setyawan Wijaya, Direktur Finansial MelOn Indonesia, mencegah pembajakan lagu-lagu itu sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama dari semua ekosistem di dalam industri kreatif.
""Pencegahannya tidak hanya dilakukan oleh kami (MelOn Indonesia). Harus ada keterlibatan pemerintah untuk penegakan hukum hak cipta dan penerapan aturannya, pihak label, serta operator yang harus memblok situs-situs lagu bajakan,"" kata Budi, saat ditemui media di kantornya, 12 April 2013.
Memang, ia mengakui, dampak yang telah dilakukan MelOn Indonesia belum kelihatan. ""Tapi, kami konsisten untuk menyajikan layanan yang lebih kompetitif dari penyedia musik gratis lain. Kami terus menambah koleksi lagu. Begitu juga media untuk mendengar musik akan dipercanggih dari sisi aplikasi,"" urai Budi.
Saat ini, penyedia musik legal besutan Telkom Indonesia itu mengklaim sudah memiliki dua juta lisensi musik, dan satu juta di antaranya untuk dikomersilkan.
""Hampir 90 persen adalah lagu-lagu internasional. Kami juga telah bekerja sama dengan 70 label lokal dan tujuh label internasional,"" ungkap Budi.
Isu Administrasi
Budi menuturkan, minimnya bendahara lagu lokal dikarenakan masalah lisensi. Menurutnya, MelOn Indonesia hanya memiliki 100.000 lisensi lagu lokal, tapi hanya 50.000 yang bisa diunggah.
""Ada masalah legal administrasi dari lagu-lagu lokal, terutama untuk lagu-lagu lama,"" kata Budi. ""Tapi, kami sedang mencari solusinya.""
Saat ini, jumlah pelanggan MelOn Indonesia lebih dari 450.000, dan hanya 100.000 pelanggan yang aktif berbayar. Meski sedikit, perusahaan membuat Loyalty Program agar pelanggan yang tersisa tidak ""habis.""
""Kami telah melakukan Pengundian MelOn Loyalty Grand Prize Periode 1 Maret 2012 sampai 28 Februari 2013 dengan hadiah satu unit mobil Daihatsu Xenia,"" tutur Budi.
""Mudah-mudahan dengan cara ini banyak orang-orang yang tertarik menjadi pelanggan baru dan akhirnya bisa mengurangi aksi pembajakan lagu,"" pungkasnya."
Menurut Budi Setyawan Wijaya, Direktur Finansial MelOn Indonesia, mencegah pembajakan lagu-lagu itu sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama dari semua ekosistem di dalam industri kreatif.
""Pencegahannya tidak hanya dilakukan oleh kami (MelOn Indonesia). Harus ada keterlibatan pemerintah untuk penegakan hukum hak cipta dan penerapan aturannya, pihak label, serta operator yang harus memblok situs-situs lagu bajakan,"" kata Budi, saat ditemui media di kantornya, 12 April 2013.
Memang, ia mengakui, dampak yang telah dilakukan MelOn Indonesia belum kelihatan. ""Tapi, kami konsisten untuk menyajikan layanan yang lebih kompetitif dari penyedia musik gratis lain. Kami terus menambah koleksi lagu. Begitu juga media untuk mendengar musik akan dipercanggih dari sisi aplikasi,"" urai Budi.
Saat ini, penyedia musik legal besutan Telkom Indonesia itu mengklaim sudah memiliki dua juta lisensi musik, dan satu juta di antaranya untuk dikomersilkan.
""Hampir 90 persen adalah lagu-lagu internasional. Kami juga telah bekerja sama dengan 70 label lokal dan tujuh label internasional,"" ungkap Budi.
Isu Administrasi
Budi menuturkan, minimnya bendahara lagu lokal dikarenakan masalah lisensi. Menurutnya, MelOn Indonesia hanya memiliki 100.000 lisensi lagu lokal, tapi hanya 50.000 yang bisa diunggah.
""Ada masalah legal administrasi dari lagu-lagu lokal, terutama untuk lagu-lagu lama,"" kata Budi. ""Tapi, kami sedang mencari solusinya.""
Saat ini, jumlah pelanggan MelOn Indonesia lebih dari 450.000, dan hanya 100.000 pelanggan yang aktif berbayar. Meski sedikit, perusahaan membuat Loyalty Program agar pelanggan yang tersisa tidak ""habis.""
""Kami telah melakukan Pengundian MelOn Loyalty Grand Prize Periode 1 Maret 2012 sampai 28 Februari 2013 dengan hadiah satu unit mobil Daihatsu Xenia,"" tutur Budi.
""Mudah-mudahan dengan cara ini banyak orang-orang yang tertarik menjadi pelanggan baru dan akhirnya bisa mengurangi aksi pembajakan lagu,"" pungkasnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





