News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Popularitas layanan pesan instan lintas platform ternyata juga memikat perhatian Google. Raksasa perusahaan Internet itu dikabarkan akan mengakuisisi layanan asal California itu, WhatsApp Messenger.
Dilansir Ubergizmo, 8 April 2013, nilai akusisi ditaksir mencapai US$1 miliar, setara Rp9,7 triliun, dan Google sudah menjajaki pembelian layanan itu sejak bulan Maret.
Informasi lain bahkan menyebutkan Google sudah mendekati WhatsApp sejak Desember tahun lalu, berbarengan dengan rumor Facebook yang juga akan mengakuisisi layanan pesan instan itu.
Ketika itu, pihak Google belum berkomentar soal persaingan menggaet layanan populer ini. Bahkan, pada Juni tahun lalu, Google Product Manager, Nikhyl Singhal, mengakui Google ketinggalan dalam layanan pesan lintas platform.
""Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat minim untuk melayani pelanggan. Layanan pesan adalah lubang besar dalam strategi mobile Google,"" kata Singhal, dilansir Digitaltrends.
Sementara itu, menurut sumber yang familiar dengan kabar ini, tim WhatsApp sedang menaikkan penawaran ke harga tertinggi.
Bagi Google, pembelian WhatsApp akan menjadi pijakan awal untuk mempersiapkan layanan pesan lintas platfrom besutannya, Google Babble. Akuisisi WhatsApp diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Google dalam pangsa pasar layanan pesan instan lintas platform.
WhatsApp Messenger telah dipakai di lebih dari 100 negara dan 750 jaringan operator. Penggunaan layanan ini juga telah mencetak rekor tertinggi pada penghujung tahun lalu, mencapai 18 miliar pesan dalam satu hari."
Dilansir Ubergizmo, 8 April 2013, nilai akusisi ditaksir mencapai US$1 miliar, setara Rp9,7 triliun, dan Google sudah menjajaki pembelian layanan itu sejak bulan Maret.
Informasi lain bahkan menyebutkan Google sudah mendekati WhatsApp sejak Desember tahun lalu, berbarengan dengan rumor Facebook yang juga akan mengakuisisi layanan pesan instan itu.
Ketika itu, pihak Google belum berkomentar soal persaingan menggaet layanan populer ini. Bahkan, pada Juni tahun lalu, Google Product Manager, Nikhyl Singhal, mengakui Google ketinggalan dalam layanan pesan lintas platform.
""Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat minim untuk melayani pelanggan. Layanan pesan adalah lubang besar dalam strategi mobile Google,"" kata Singhal, dilansir Digitaltrends.
Sementara itu, menurut sumber yang familiar dengan kabar ini, tim WhatsApp sedang menaikkan penawaran ke harga tertinggi.
Bagi Google, pembelian WhatsApp akan menjadi pijakan awal untuk mempersiapkan layanan pesan lintas platfrom besutannya, Google Babble. Akuisisi WhatsApp diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Google dalam pangsa pasar layanan pesan instan lintas platform.
WhatsApp Messenger telah dipakai di lebih dari 100 negara dan 750 jaringan operator. Penggunaan layanan ini juga telah mencetak rekor tertinggi pada penghujung tahun lalu, mencapai 18 miliar pesan dalam satu hari."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





