News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Saat ini, kecanggihan satelit cuaca dapat menampilkan kondisi Bumi secara real time, bahkan melalui pencitraan yang detail.
Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana citra Bumi pertama kali dilihat dari ruang angkasa?
Pencitraan pertama itu diambil oleh satelit cuaca milik Badan Antariksa Amerika Serkat (NASA), TIROS-1 (Television Infrared Observation Satellite) pada 1 April 1960.
Meski foto yang dihasilkan belum begitu spektakuler, namun pengambilan foto Bumi ini sangat bersejarah, sekaligus membuka jalan penggunaan satelit untuk kepentingan survei cuaca global.
![]()
Dilansir Huffingtonpost, 5 April 2013, satelit TIROS-1 yang seukuran barel bir saat itu hanya menjelajahi langit selama 78 hari.
Satelit tersebut juga mampu menangkap pemandangan pertama topan tropis. Pemandangan ini memberikan informasi berharga bagi para ilmuwan soal fenomena alam itu.
Uniknya, saat itu NASA belum begitu menyadari potensi eksplorasi ruang angkasa.
Dalam keterangan resminya, NASA mengatakan, program TIROS hanyalah uji coba untuk menentukan apakah satelit dapat berguna untuk studi Bumi atau tidak. Pasalnya, pada waktu itu, efektivitas pengamatan satelit belum terbukti, mengingat satelit masih dianggap teknologi baru.
Prioritas pertama program TIROS adalah pengembangan sistem informasi satelit meteorologi. Prakiraan cuaca dianggap aplikasi yang paling menjanjikan dari pengamatan berbasis ruang angkasa.
""TIROS terbukti sangat sukses. Satelit inilah yang pertama kali memberikan perkiraan cuaca yang akurat berdasarkan data yang dikumpulkan dari ruang angkasa, "" jelas NASA.
Selanjutnya, TIROS melanjutkan cakupan cuaca Bumi pada tahun 1962, dan digunakan oleh ahli meteorologi di seluruh dunia.
Keberhasilan program ini didukung oleh berbagai jenis instrumen dan konfigurasi orbital mengarah pada pengembangan satelit pengamatan meteorologi yang lebih canggih.
Hingga tahun 1965, sudah ada lebih dari sembilan satelit TIROS yang diluncurkan, sebelum satelit itu diganti seri program satelit ESSA (Environmental Science Services Administration). Terima kasih, TIROS.
"
Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana citra Bumi pertama kali dilihat dari ruang angkasa?
Pencitraan pertama itu diambil oleh satelit cuaca milik Badan Antariksa Amerika Serkat (NASA), TIROS-1 (Television Infrared Observation Satellite) pada 1 April 1960.
Meski foto yang dihasilkan belum begitu spektakuler, namun pengambilan foto Bumi ini sangat bersejarah, sekaligus membuka jalan penggunaan satelit untuk kepentingan survei cuaca global.
Dilansir Huffingtonpost, 5 April 2013, satelit TIROS-1 yang seukuran barel bir saat itu hanya menjelajahi langit selama 78 hari.
Satelit tersebut juga mampu menangkap pemandangan pertama topan tropis. Pemandangan ini memberikan informasi berharga bagi para ilmuwan soal fenomena alam itu.
Uniknya, saat itu NASA belum begitu menyadari potensi eksplorasi ruang angkasa.
Dalam keterangan resminya, NASA mengatakan, program TIROS hanyalah uji coba untuk menentukan apakah satelit dapat berguna untuk studi Bumi atau tidak. Pasalnya, pada waktu itu, efektivitas pengamatan satelit belum terbukti, mengingat satelit masih dianggap teknologi baru.
Prioritas pertama program TIROS adalah pengembangan sistem informasi satelit meteorologi. Prakiraan cuaca dianggap aplikasi yang paling menjanjikan dari pengamatan berbasis ruang angkasa.
""TIROS terbukti sangat sukses. Satelit inilah yang pertama kali memberikan perkiraan cuaca yang akurat berdasarkan data yang dikumpulkan dari ruang angkasa, "" jelas NASA.
Selanjutnya, TIROS melanjutkan cakupan cuaca Bumi pada tahun 1962, dan digunakan oleh ahli meteorologi di seluruh dunia.
Keberhasilan program ini didukung oleh berbagai jenis instrumen dan konfigurasi orbital mengarah pada pengembangan satelit pengamatan meteorologi yang lebih canggih.
Hingga tahun 1965, sudah ada lebih dari sembilan satelit TIROS yang diluncurkan, sebelum satelit itu diganti seri program satelit ESSA (Environmental Science Services Administration). Terima kasih, TIROS.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





