News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id)
Jakarta - Google Maps menghilangkan salah satu fitur mereka yang paling disukai, yaitu saran dan menyunting database peta.
Dikutip dari laman Mirror, fitur tersebut, yang ada sejak 2008, memungkinkan peta diperbarui sesuai dengan keadaan terkini.
Sayangnya, fitur mengubah peta yang terbuka untuk semua pengguna sering disalahgunakan sehingga peta pun berubah.
Melalui keterangan tertulis, Google menjelaskan keputusan tersebut dan menyatakan akan terus membuat fitur edit baru untuk Google Maps.
“Untuk terus berkontribusi tentang pengetahuan lokal ke Google Maps dan terhubung dengan komunitas yang sejalan, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan program Local Guides,” kata Google.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





