News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Google kedatangan tetangga baru. Ya, sekitar enam kilometer dari markas pusat Google di Mountain View, California, perusahaan mesin pencarian asal China, Baidu, membuka kantor barunya.
Kantor sekaligus pusat laboratorium Baidu itu disebut Institute of Deep Learning (IDL). Pada laboratorium ini, Baidu akan membangun komputer yang mensimulasikan otak manusia, bahkan dapat berpikir dan belajar seperti halnya manusia.
Kepala tim riset Baidu, Kai Yu memaparkan alasan sederhana kenapa perusahaanya memilih berkantor di Cupertino. ""Ini upaya untuk menjaga insinyur bertalenta dari bidikan Google,"" ungkapnya.
""Di Silicon Valley, Anda mempunyai akses untuk menemukan bakat-bakat besar, insinyur dan ilmuwan top yang sesungguhnya. Dan, Google sedang menikmati keberuntungan itu,"" kata Yu.
Dilansir Business Insider, 15 April 2013, ambisi Baidu bukannya tidak dipikirkan oleh perusahaan raksasa seperti Google. Sekitar lima bulan lalu, raksasa mesin pencari Internet terbesar itu pun dilaporkan menggandeng Ray Kurzweil, seorang futuris dan inventor ternama dunia, sebagai direktur teknik.
""Kami ingin menciptakan komputer yang memiliki kemampuan memahami bahasa manusia,"" kata Kurzweil dalam sebuah wawancara dengan Singularity Hub, sebuah blog artificial intelligence dan teknologi robot.
Dalam beberapa waktu terakhir, Baidu memang diketahui mengembangkan proyek yang sama dengan Google. Bulan lalu, Baidu dikabarkan mengembangkan perangkat wearable, mirip Google Glass, yang dinamakannya Baidu Eye.
Pada November tahun lalu, perusahaan China ini juga merilis layanan pencarian berbasis suara, yang diklaimnya dapat mengurangi kesalahan sekitar 30 persen.
Kini, Baidu benar-benar akan membayang-bayangi Google. Hampir semua jejak Google ditapaki. Hingga suatu hari nanti, Baidu benar-benar berada berdiri di ""halaman belakang"" kantornya."
Kantor sekaligus pusat laboratorium Baidu itu disebut Institute of Deep Learning (IDL). Pada laboratorium ini, Baidu akan membangun komputer yang mensimulasikan otak manusia, bahkan dapat berpikir dan belajar seperti halnya manusia.
Kepala tim riset Baidu, Kai Yu memaparkan alasan sederhana kenapa perusahaanya memilih berkantor di Cupertino. ""Ini upaya untuk menjaga insinyur bertalenta dari bidikan Google,"" ungkapnya.
""Di Silicon Valley, Anda mempunyai akses untuk menemukan bakat-bakat besar, insinyur dan ilmuwan top yang sesungguhnya. Dan, Google sedang menikmati keberuntungan itu,"" kata Yu.
Dilansir Business Insider, 15 April 2013, ambisi Baidu bukannya tidak dipikirkan oleh perusahaan raksasa seperti Google. Sekitar lima bulan lalu, raksasa mesin pencari Internet terbesar itu pun dilaporkan menggandeng Ray Kurzweil, seorang futuris dan inventor ternama dunia, sebagai direktur teknik.
""Kami ingin menciptakan komputer yang memiliki kemampuan memahami bahasa manusia,"" kata Kurzweil dalam sebuah wawancara dengan Singularity Hub, sebuah blog artificial intelligence dan teknologi robot.
Dalam beberapa waktu terakhir, Baidu memang diketahui mengembangkan proyek yang sama dengan Google. Bulan lalu, Baidu dikabarkan mengembangkan perangkat wearable, mirip Google Glass, yang dinamakannya Baidu Eye.
Pada November tahun lalu, perusahaan China ini juga merilis layanan pencarian berbasis suara, yang diklaimnya dapat mengurangi kesalahan sekitar 30 persen.
Kini, Baidu benar-benar akan membayang-bayangi Google. Hampir semua jejak Google ditapaki. Hingga suatu hari nanti, Baidu benar-benar berada berdiri di ""halaman belakang"" kantornya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





