News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perusahaan teknologi General Electric (GE) bersama PLN sedang mengembangkan pilot project tenaga listrik biomassa yang berasal dari potongan kayu dengan teknik gasifikasi.
Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Kelebihan dari biomassa adalah sumber energinya yang bisa diperbaharui.
""Bentuk teknologi ini berupa pirolisis, yaitu dekomposisi kimia bahan organik potongan kayu melalui proses pemanasan tanpa oksigen, sehingga akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi gas,"" kata Setio Soemartono, Presiden Direktur GE Indonesia, saat berbincang-bincang di kantornya, 20 Maret 2013.
Ia menjelaskan, setelah potongan kayu itu menjadi gas, maka akan diubah lagi menjadi listrik. ""Proyek ini sudah berjalan 50 persen, diharapkan tahun ini akan rampung,"" tegasnya.
Kayu yang digunakan untuk proyek tenaga listrik biomassa berasal dari pohon lamtorogum dan akasia. Sebab, setelah diteliti, kedua pohon itu memiliki kandungan gas cukup besar. Selain itu, masa tanamnya tidak terlalu lama.
Proyek tenaga listrik biomassa dipusatkan di daerah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di dalamnya, GE berperan untuk menyumbang teknologi, sementara PLN yang mengucurkan dananya.
""Untuk proyek ini, PLN sudah mengeluarkan dana sekitar US$4-5 juta (setara hingga Rp48 miliar). Nanti, hasil listriknya akan diolah dan didistribusikan oleh PLN,"" ujar Setio.
Mengenai jumlah tenaga listrik yang dihasilkan dari proyek ini, Setio menjelaskan, saat ini proyek di Sumbawa sudah dapat menghasilkan sekitar 1 megawatt.
""Teknologi ini sangat cocok dikembangkan untuk daerah-daerah di pedesaan yang belum mendapat pasokan listrik,"" jelasnya. "
Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Kelebihan dari biomassa adalah sumber energinya yang bisa diperbaharui.
""Bentuk teknologi ini berupa pirolisis, yaitu dekomposisi kimia bahan organik potongan kayu melalui proses pemanasan tanpa oksigen, sehingga akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi gas,"" kata Setio Soemartono, Presiden Direktur GE Indonesia, saat berbincang-bincang di kantornya, 20 Maret 2013.
Ia menjelaskan, setelah potongan kayu itu menjadi gas, maka akan diubah lagi menjadi listrik. ""Proyek ini sudah berjalan 50 persen, diharapkan tahun ini akan rampung,"" tegasnya.
Kayu yang digunakan untuk proyek tenaga listrik biomassa berasal dari pohon lamtorogum dan akasia. Sebab, setelah diteliti, kedua pohon itu memiliki kandungan gas cukup besar. Selain itu, masa tanamnya tidak terlalu lama.
Proyek tenaga listrik biomassa dipusatkan di daerah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Di dalamnya, GE berperan untuk menyumbang teknologi, sementara PLN yang mengucurkan dananya.
""Untuk proyek ini, PLN sudah mengeluarkan dana sekitar US$4-5 juta (setara hingga Rp48 miliar). Nanti, hasil listriknya akan diolah dan didistribusikan oleh PLN,"" ujar Setio.
Mengenai jumlah tenaga listrik yang dihasilkan dari proyek ini, Setio menjelaskan, saat ini proyek di Sumbawa sudah dapat menghasilkan sekitar 1 megawatt.
""Teknologi ini sangat cocok dikembangkan untuk daerah-daerah di pedesaan yang belum mendapat pasokan listrik,"" jelasnya. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





