News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - BlackBerry menjadi sorotan banyak orang ketika merilis produk paling anyarnya BlackBerry Z10. Produk canggihnya itu seakan dibicarakan di mana-mana.
Tapi sayang, waktu itu tidak bertahan lama sampai Samsung kembali membuat pasar bergairah dengan Galaxy S IV awal bulan ini. Di pasar Amerika Serikat, pamor Z10 pun meredup seiring berakhirnya musim dingin.
Jim Suva, analis dari Citigroup mengatakan, penjualan BlackBerry Z10 melamban secara dramatis, setelah mitra-mitra operatornya ""berbulan madu"" dengan produk lain, yaitu Samsung Galaxy S4.
""Ya, itu dapat dilihat dari derasnya promosi S4 yang mulai menutupi Z10. Di toko-toko, produk BlackBerry seakan kehilangan ruhnya,"" ujar Suva, dikutip dari BGR, Selasa 26 Maret 2013.
Menurut laporan-laporan yang dikumpulkan, tampak di toko-toko retail AT&T sangat minim promosi BlackBerry Z10. Bahkan, saat Suva mengunjungi sejumlah toko, diketahui pengetahuan karyawan tentang produk BlackBerry anyar itu sangat terbatas.
""Sebagian besar dari mereka tidak dilatih untuk mengenal produk BlackBerry, termasuk fitur-fitur inti di dalamnya,"" ungkap Suva.
Ketika ditanyai oleh Melissa Lee dari CNBC, pada Senin kemarin, 25 Maret, apakah BlackBerry masih bisa bertahan dengan penjualan ""sederhana,"" Suva mengatakan, itu tetap mungkin terjadi.
Namun, dia mengatakan, bahwa Z10 masih jauh berada di belakang sejumlah merek smartphone lain di pasar, termasuk di segi kemampuan.
""Mereka (BlackBerry Z10) masih menggunakan chip dual-core, sementara kebanyakan ponsel hari ini sudah mengusung chip quad-core, dengan layar yang lebih besar dan kinerja lebih cepat,"" ujarnya. "
Tapi sayang, waktu itu tidak bertahan lama sampai Samsung kembali membuat pasar bergairah dengan Galaxy S IV awal bulan ini. Di pasar Amerika Serikat, pamor Z10 pun meredup seiring berakhirnya musim dingin.
Jim Suva, analis dari Citigroup mengatakan, penjualan BlackBerry Z10 melamban secara dramatis, setelah mitra-mitra operatornya ""berbulan madu"" dengan produk lain, yaitu Samsung Galaxy S4.
""Ya, itu dapat dilihat dari derasnya promosi S4 yang mulai menutupi Z10. Di toko-toko, produk BlackBerry seakan kehilangan ruhnya,"" ujar Suva, dikutip dari BGR, Selasa 26 Maret 2013.
Menurut laporan-laporan yang dikumpulkan, tampak di toko-toko retail AT&T sangat minim promosi BlackBerry Z10. Bahkan, saat Suva mengunjungi sejumlah toko, diketahui pengetahuan karyawan tentang produk BlackBerry anyar itu sangat terbatas.
""Sebagian besar dari mereka tidak dilatih untuk mengenal produk BlackBerry, termasuk fitur-fitur inti di dalamnya,"" ungkap Suva.
Ketika ditanyai oleh Melissa Lee dari CNBC, pada Senin kemarin, 25 Maret, apakah BlackBerry masih bisa bertahan dengan penjualan ""sederhana,"" Suva mengatakan, itu tetap mungkin terjadi.
Namun, dia mengatakan, bahwa Z10 masih jauh berada di belakang sejumlah merek smartphone lain di pasar, termasuk di segi kemampuan.
""Mereka (BlackBerry Z10) masih menggunakan chip dual-core, sementara kebanyakan ponsel hari ini sudah mengusung chip quad-core, dengan layar yang lebih besar dan kinerja lebih cepat,"" ujarnya. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





