News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Peneliti kelautan di Michigan State University telah mengonfirmasi, bahwa telah ditemukan hiu banteng berbadan satu dengan dua kepala untuk pertama kalinya. Dan, ikan ini bukan kembar siam.
Menurut Michael Wagner, salah seorang peneliti, spesimen yang ditemukan di Teluk Meksiko pada tahun 2011, merupakan contoh dicephalia pertama dari hiu banteng.
""Ini adalah salah satu fenomena yang menarik dan jarang terdeteksi,"" katanya, seperti dilansir Scienceagogo, 26 Maret 2013.
""Sangat penting untuk dicatat dalam sejarah alam dunia. Tapi, kami harus menemukan lebih banyak spesies ini sebelum menarik kesimpulan,"" jelasnya.
![]()
Namun, peneliti mengakui sulit dalam menemukan fenemonena ini, sebab rata-rata makhluk dengan kelainan akan mati tak lama setelah lahir. Pada kasus ini, seorang nelayan menemukan hiu berkepala dua saat membuka perut hiu dewasa di Florida Keys, AS.
""Anda akan banyak melihat kasus serupa pada kadal dan ular,"" tutur Wagner. ""Ini disebabkan organisme mereka sering dibesarkan di penangkaran, dan peternak lebih cenderung mengamati anomali,"" imbuhnya.
Untuk memecah misteri ini, Wagner pun mengamatinya dengan teknologi pencitraan resonansi magnetik, atau populer dengan sebutan magnetic resonance imaging (MRI). Hasilnya, tanpa merusak spesimen unik, MRI mengungkapkan ada dua kepala yang berbeda, sementara hati dan perut tetap satu hingga membentuk satu ekor ke belakang.
![]()
Wagner mencatat, ada kemungkinan temuan spesies ini merupakan hiu banteng yang cacat sebagai implikasi dari polutan. ""Mengingat saat hiu unik ini ditemukan berada di dekat tumpahan minyak Horizon Deepwater. Saya tahu, beberapa orang langsung ingin menarik kesimpulan itu,"" tuturnya.
""Tetapi, langsung mengambil kesimpulan tanpa bukti tentu tidak beralasan. Kami belum memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa fenomena ini adalah hasil dari polusi,"" pungkas Wagner."
Menurut Michael Wagner, salah seorang peneliti, spesimen yang ditemukan di Teluk Meksiko pada tahun 2011, merupakan contoh dicephalia pertama dari hiu banteng.
""Ini adalah salah satu fenomena yang menarik dan jarang terdeteksi,"" katanya, seperti dilansir Scienceagogo, 26 Maret 2013.
""Sangat penting untuk dicatat dalam sejarah alam dunia. Tapi, kami harus menemukan lebih banyak spesies ini sebelum menarik kesimpulan,"" jelasnya.
Namun, peneliti mengakui sulit dalam menemukan fenemonena ini, sebab rata-rata makhluk dengan kelainan akan mati tak lama setelah lahir. Pada kasus ini, seorang nelayan menemukan hiu berkepala dua saat membuka perut hiu dewasa di Florida Keys, AS.
""Anda akan banyak melihat kasus serupa pada kadal dan ular,"" tutur Wagner. ""Ini disebabkan organisme mereka sering dibesarkan di penangkaran, dan peternak lebih cenderung mengamati anomali,"" imbuhnya.
Untuk memecah misteri ini, Wagner pun mengamatinya dengan teknologi pencitraan resonansi magnetik, atau populer dengan sebutan magnetic resonance imaging (MRI). Hasilnya, tanpa merusak spesimen unik, MRI mengungkapkan ada dua kepala yang berbeda, sementara hati dan perut tetap satu hingga membentuk satu ekor ke belakang.
Wagner mencatat, ada kemungkinan temuan spesies ini merupakan hiu banteng yang cacat sebagai implikasi dari polutan. ""Mengingat saat hiu unik ini ditemukan berada di dekat tumpahan minyak Horizon Deepwater. Saya tahu, beberapa orang langsung ingin menarik kesimpulan itu,"" tuturnya.
""Tetapi, langsung mengambil kesimpulan tanpa bukti tentu tidak beralasan. Kami belum memiliki cukup bukti untuk mengatakan bahwa fenomena ini adalah hasil dari polusi,"" pungkas Wagner."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





