News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Situs jejaring sosial terpopuler, Facebook, dilaporkan sedang melakukan penggabungan ikon khusus hashtag, atau tanda pagar (tagar), menjadi layanan simbol pada komunikasi Facebook.
Hashtag yang disimbolkan dengan lambang # sebelumnya telah populer digunakan dalam komunikasi situs mikroblog Twitter, dan disusul Instagram.
Ikon ini kerap digunakan untuk mengkaitkan posting atau update status dengan topik tertentu.
Wall Street Journal melansir, 15 Maret 2013, Facebook sedang menjajaki apakah akan mengikuti jejak Twitter, yang memungkinkan pengguna untuk mengklik hashtag untuk mengetahui semua posting tentang topik atau peristiwa tertentu.
Di sisi lain, penggunaan hashtag diperkirakan memberikan peluang bagi pengguna Facebook untuk melihat lebih banyak iklan.
Situs layanan foto, Instagram yang telah diakuisisi Facebook tahun lalu, pun sudah menggunakan hashtag, sehingga memudahkan pengguna di dalamnya untuk mencari foto-foto tertentu, misalnya #jakarta untuk melihat foto-foto Jakarta dari berbagai sudut pengambil gambar.
Rencana Facebook terkait penggunaan hashtag merupakan sebuah penanda peningkatan kompetisi antara Twitter dan Facebook, dalam hal menggaet pengguna mobile dan iklan.
Facebook belum lama ini mengadopsi cara komunikasi yang dilakukan Twitter. Situs jejaring sosial asal Menlo Park California itu telah membuat daftar pelanggan bagi pengguna, dan membolehkan untuk men-tag selebriti atau merek dengan tanda @.
Perubahan lain yang dibesut situs buatan Mark Zuckerberg yaitu mendesain ulang situs, termasuk mengubah mesin pencariannya, yang mampu mencari postingan.
""Secara historis, Facebook muncul pertama kali untuk para pengiklan dan Twitter telah menjadi pelengkap yang bagus. Kini, Twitter lebih agresif,"" kata Debbie Williamson, seorang analis eMarketer.
Menurut eMarketer, tahun ini, Twitter diperkirakan menghasilkan sekitar US$500 juta (setara Rp4,8 triliun) dalam pendapatan iklan, dibandingkan Facebook mencetak US$4,3 miliar (Rp41,6 triliun) pada tahun lalu.
Hashtag juga memainkan peran kunci dalam upaya menghasilkan uang bagi Twitter. Dengan ikon khusus ini, perusahaan asal San Francisco ini mendorong perusahaan seperti Coca-Cola dan General Electric untuk membantu pemasaran. "
Hashtag yang disimbolkan dengan lambang # sebelumnya telah populer digunakan dalam komunikasi situs mikroblog Twitter, dan disusul Instagram.
Ikon ini kerap digunakan untuk mengkaitkan posting atau update status dengan topik tertentu.
Wall Street Journal melansir, 15 Maret 2013, Facebook sedang menjajaki apakah akan mengikuti jejak Twitter, yang memungkinkan pengguna untuk mengklik hashtag untuk mengetahui semua posting tentang topik atau peristiwa tertentu.
Di sisi lain, penggunaan hashtag diperkirakan memberikan peluang bagi pengguna Facebook untuk melihat lebih banyak iklan.
Situs layanan foto, Instagram yang telah diakuisisi Facebook tahun lalu, pun sudah menggunakan hashtag, sehingga memudahkan pengguna di dalamnya untuk mencari foto-foto tertentu, misalnya #jakarta untuk melihat foto-foto Jakarta dari berbagai sudut pengambil gambar.
Rencana Facebook terkait penggunaan hashtag merupakan sebuah penanda peningkatan kompetisi antara Twitter dan Facebook, dalam hal menggaet pengguna mobile dan iklan.
Facebook belum lama ini mengadopsi cara komunikasi yang dilakukan Twitter. Situs jejaring sosial asal Menlo Park California itu telah membuat daftar pelanggan bagi pengguna, dan membolehkan untuk men-tag selebriti atau merek dengan tanda @.
Perubahan lain yang dibesut situs buatan Mark Zuckerberg yaitu mendesain ulang situs, termasuk mengubah mesin pencariannya, yang mampu mencari postingan.
""Secara historis, Facebook muncul pertama kali untuk para pengiklan dan Twitter telah menjadi pelengkap yang bagus. Kini, Twitter lebih agresif,"" kata Debbie Williamson, seorang analis eMarketer.
Menurut eMarketer, tahun ini, Twitter diperkirakan menghasilkan sekitar US$500 juta (setara Rp4,8 triliun) dalam pendapatan iklan, dibandingkan Facebook mencetak US$4,3 miliar (Rp41,6 triliun) pada tahun lalu.
Hashtag juga memainkan peran kunci dalam upaya menghasilkan uang bagi Twitter. Dengan ikon khusus ini, perusahaan asal San Francisco ini mendorong perusahaan seperti Coca-Cola dan General Electric untuk membantu pemasaran. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





