News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Era digital atau internet telah membuat perubahan di dalam media. Media cetak seperti surat kabar dan majalah mulai digantikan oleh media baru yang diakses melalui internet, atau lebih dikenal dengan media online.
Menurut Ichlasul Amal, mantan Rektor Universitas Gajah Mada, Selasa 25 Juni 2013, pergeseran media lama ke media baru telah mengakibatkan pemberitaannya hanya terkonsentrasi pada masalah hasil survei, sepakbola, dan selebritis.
""Sedangkan berita mengenai keadaan masyarakat pada umumnya malah kurang diangkat. Padahal, itu adalah visi dari media, yang bertugas untuk mencerahkan bangsa,"" kata Ichlasul, di Jakarta.
Ichlasul menambahkan, masalah-masalah umum itu adalah mengenai keadaan masyarakat itu seperti kemiskinan, kelaparan, ketidakadilan, dan sebagainya. ""Seharusnya masalah-masalah itu yang harus diangkat kepermukaan oleh media-media,"" tegasnya.
Mantan Ketua Dewan Pers itu juga menyampaikan, memang media harus mencari laba untuk menghidupkan medianya. Keadaan itu, tidak akan bisa dihilangkan sejak zaman dulu dan sampai sekarang.
""Tapi, harusnya media kembali kepada visinya yang bertugas untuk mencerahkan bangsa dengan memberitakan masalah-masalah yang diderita rakyat Indonesia,"" ujar Ichlasul.
""Kalau masalah-masalah itu tidak pernah diangkat, bagaimana pemerintah mau memperhatikan keadaan masyarakatnya,"" tambahnya."
Menurut Ichlasul Amal, mantan Rektor Universitas Gajah Mada, Selasa 25 Juni 2013, pergeseran media lama ke media baru telah mengakibatkan pemberitaannya hanya terkonsentrasi pada masalah hasil survei, sepakbola, dan selebritis.
""Sedangkan berita mengenai keadaan masyarakat pada umumnya malah kurang diangkat. Padahal, itu adalah visi dari media, yang bertugas untuk mencerahkan bangsa,"" kata Ichlasul, di Jakarta.
Ichlasul menambahkan, masalah-masalah umum itu adalah mengenai keadaan masyarakat itu seperti kemiskinan, kelaparan, ketidakadilan, dan sebagainya. ""Seharusnya masalah-masalah itu yang harus diangkat kepermukaan oleh media-media,"" tegasnya.
Mantan Ketua Dewan Pers itu juga menyampaikan, memang media harus mencari laba untuk menghidupkan medianya. Keadaan itu, tidak akan bisa dihilangkan sejak zaman dulu dan sampai sekarang.
""Tapi, harusnya media kembali kepada visinya yang bertugas untuk mencerahkan bangsa dengan memberitakan masalah-masalah yang diderita rakyat Indonesia,"" ujar Ichlasul.
""Kalau masalah-masalah itu tidak pernah diangkat, bagaimana pemerintah mau memperhatikan keadaan masyarakatnya,"" tambahnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





