News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Bagi Anda yang melewatkan fenomena bulan super atau populer dengan istilah Supermoon pada hari Minggu 23 Juni 2013 kemarin, tak perlu khawatir.
Anda hanya perlu sedikit sabar. Sebab, tahun depan Supermoon akan kembali menghiasi langit di Bumi.
Fenomena Supermoon bakal tetap muncul dalam waktu 14 bulan sekali, tepatnya akan kembali pada bulan Agustus 2014. Saat itu, bulan kembali mengorbit dalam jarak terdekat dengan Bumi.
Dilansir Boston Globe, 25 Juni 2013, saat Supermoon muncul pada hari Minggu kemarin, jarak antara Bulan dan Bumi hanya sekitar 221.824 mil, atau setara 356.991 kilometer.
Menurut Amanda Thompson, ahli astronomi di Museum of Science, Amerika Serikat, istilah Supermoon berasal dari ilmu astrologi. Namun kejadian Supermoon tidak menarik minat para peneliti.
""Alasan utama orang-orang tertarik dengan Supermoon adalah ketika kita melihat langit dan bertanya-tanya mengapa bulan menjadi sangat besar,"" kata Thompson.
Dia menambahkan ukuran Supermoon lebih terang 30 persen dan lebih besar 14 persen dari ukuran bulan purnama normal.
Berdasarkan hitungan para ahli astronomi, fenomena Supermoon terbesar akan terjadi pada abad ini, tepatnya pada bulan Desember 2052. Saat itu, Bulan hanya berjarak 221.439 mil, atau sekitar 356.371 kilometer.
![]()
![]()
![]()
"
Anda hanya perlu sedikit sabar. Sebab, tahun depan Supermoon akan kembali menghiasi langit di Bumi.
Fenomena Supermoon bakal tetap muncul dalam waktu 14 bulan sekali, tepatnya akan kembali pada bulan Agustus 2014. Saat itu, bulan kembali mengorbit dalam jarak terdekat dengan Bumi.
Dilansir Boston Globe, 25 Juni 2013, saat Supermoon muncul pada hari Minggu kemarin, jarak antara Bulan dan Bumi hanya sekitar 221.824 mil, atau setara 356.991 kilometer.
Menurut Amanda Thompson, ahli astronomi di Museum of Science, Amerika Serikat, istilah Supermoon berasal dari ilmu astrologi. Namun kejadian Supermoon tidak menarik minat para peneliti.
""Alasan utama orang-orang tertarik dengan Supermoon adalah ketika kita melihat langit dan bertanya-tanya mengapa bulan menjadi sangat besar,"" kata Thompson.
Dia menambahkan ukuran Supermoon lebih terang 30 persen dan lebih besar 14 persen dari ukuran bulan purnama normal.
Berdasarkan hitungan para ahli astronomi, fenomena Supermoon terbesar akan terjadi pada abad ini, tepatnya pada bulan Desember 2052. Saat itu, Bulan hanya berjarak 221.439 mil, atau sekitar 356.371 kilometer.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





