News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Setelah penduduk di Bumi dihebohkan dengan hujan meteor di Rusia dan asteroid di bulan Februari silam, benda angkasa lain juga akan muncul di langit Bumi sekitar bulan ini. ""Tamu"" angkasa itu adalah komet.
Komet 2011 L4 Panstarrs akan menyambangi langit Bumi antara tanggal 12 dan 13 Maret nanti. Menurut para peneliti, benda bercahaya ini telah melakukan perjalanan selama jutaan tahun dari awan Oort, koloni benda-benda es raksasa yang berada di tepi Tata Surya.
Sepanjang bulan Maret, Panstarrs akan menampakkan diri di langit Barat. Kemungkinan akan terlihat paling jelas pada tanggal 12-13 Maret, setelah melewati masa bulan sabit.
""Dia akan muncul kala langit senja, tidak cerah seperti yang diharapkan sebelumnya. Tapi, komet adalah benda tak terduga, bisa muncul kapan saja,"" kata Robin Scagell, wakil presiden Society for Popular Astronomy, yang dikutip Telegraph, 3 Maret 2013.
Menjelang akhir bulan, pemandangan komet akan memudar, tetapi letaknya akan lebih tinggi di langit, relatif lebih mudah untuk disaksikan.
Sekitar 30 Maret, bagian utara komet akan lebih dekat dengan galaksi Andromeda. ""Itu bisa tampak lebih jelas bagi para pengamat langit,"" kata Scagell.
Jika Anda tidak punya teropong, kami sarankan untuk membelinya. Karena objek ini akan sulit dilihat tanpa alat bantu, seperti teropong atau teleskop.
Bukan apa-apa, jika berhasil menyaksikannya, Anda akan menjadi saksi sejarah. Karena Panstarrs diperkirakan baru akan kembali ke Bumi sekitar 110.000 tahun lagi.
Menghampiri langit Bumi, Panstarrs tidak sendirian. Ada satu ""teman"" komet lain, yaitu Ison. Komet Ison akan terbang lebih dekat ke Matahari, membuatnya lebih menyala.
Bahkan, para ahli memprediksi, komet satu ini cukup terang jika ingin dilihat di siang hari. ""Mungkin akan terlihat fantastis untuk beberapa hari, tapi sulit memprediksi kemunculannya,"" kata Scagell.
""Kita harus lebih awas. Ekor komet itu bisa tiba-tiba saja muncul, mencuat di atas cakrawala,""kata dia.
"
Komet 2011 L4 Panstarrs akan menyambangi langit Bumi antara tanggal 12 dan 13 Maret nanti. Menurut para peneliti, benda bercahaya ini telah melakukan perjalanan selama jutaan tahun dari awan Oort, koloni benda-benda es raksasa yang berada di tepi Tata Surya.
Sepanjang bulan Maret, Panstarrs akan menampakkan diri di langit Barat. Kemungkinan akan terlihat paling jelas pada tanggal 12-13 Maret, setelah melewati masa bulan sabit.
""Dia akan muncul kala langit senja, tidak cerah seperti yang diharapkan sebelumnya. Tapi, komet adalah benda tak terduga, bisa muncul kapan saja,"" kata Robin Scagell, wakil presiden Society for Popular Astronomy, yang dikutip Telegraph, 3 Maret 2013.
Menjelang akhir bulan, pemandangan komet akan memudar, tetapi letaknya akan lebih tinggi di langit, relatif lebih mudah untuk disaksikan.
Sekitar 30 Maret, bagian utara komet akan lebih dekat dengan galaksi Andromeda. ""Itu bisa tampak lebih jelas bagi para pengamat langit,"" kata Scagell.
Jika Anda tidak punya teropong, kami sarankan untuk membelinya. Karena objek ini akan sulit dilihat tanpa alat bantu, seperti teropong atau teleskop.
Bukan apa-apa, jika berhasil menyaksikannya, Anda akan menjadi saksi sejarah. Karena Panstarrs diperkirakan baru akan kembali ke Bumi sekitar 110.000 tahun lagi.
Menghampiri langit Bumi, Panstarrs tidak sendirian. Ada satu ""teman"" komet lain, yaitu Ison. Komet Ison akan terbang lebih dekat ke Matahari, membuatnya lebih menyala.
Bahkan, para ahli memprediksi, komet satu ini cukup terang jika ingin dilihat di siang hari. ""Mungkin akan terlihat fantastis untuk beberapa hari, tapi sulit memprediksi kemunculannya,"" kata Scagell.
""Kita harus lebih awas. Ekor komet itu bisa tiba-tiba saja muncul, mencuat di atas cakrawala,""kata dia.
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





