News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Neraka adalah tempat yang sulit dideskripsikan secara detil. Bila ingin pergi ke neraka, orang tentu harus meninggal terlebih dahulu. Namun manusia, pada setiap jaman, selalu memberikan gambaran umum tentang neraka itu. Sejumlah arkeolog yang telah lama mencari neraka versi jaman kuno, menemukan gerbang yang disebut-sebut sebagai pintu masuk ke neraka.
Menurut kantor berita Italia, ANSA, sebuah tim arkeolog yang sedang meneliti kota kuno Phrygian, di Hierapolis yang berlokasi di barat daya Turki, mengklaim telah menemukan Plutonium atau gerbang menuju Pluto.
Sebuah situs arkeologi yang dibuat oleh pilgrim atau peziarah kuno menduga gerbang itu sebagai jalan masuk ke underworld atau alam baka. Sebuah gua mungil dekat kuil Apollo adalah lokasi Plutonium yang diketahui memancarkan gas yang dapat menyebabkan kematian.
Seorang arkeolog yang berada di lokasi, Francesco D'Andria dari University of Salento mengumukan temuan tersebut dalam konferensi pers yang diadakan di Turki pada pertengahan Maret lalu, menurut La Gazzetta Del Mezzogiorno.
D'Andria mengatakan, pada Discovery News bahwa ia juga menemukan reruntuhan kuil, yakni sebuah kolam yang digunakan para peziarah kuno dan beberapa anak tangga.
""Kami dapat melihat bahwa gua tersebut memiliki gas mematikan. Sejumlah burung tewas saat hendak mendekati pintu masuk gua akibat uap karbondioksida,"" tambah D'Andria menurut Discovery News.
Austin Considine dari VICE menjelaskan bahwa gua tersebut merupakan fenomena alami yang dapat ditemukan di tempat-tempat lain di dunia. Fenomena tersebut terjadi akibat retakan kerak bumi.
Hierapolis, yang berlokasi di dekat kota modern Turki, Pamukkale telah diresmikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO dan menarik lebih dari 1,5 juta wisatawan setiap tahunnya. Francesco D'Andria telah menggali dan meneliti area tersebut selama bertahun-tahun. "
Menurut kantor berita Italia, ANSA, sebuah tim arkeolog yang sedang meneliti kota kuno Phrygian, di Hierapolis yang berlokasi di barat daya Turki, mengklaim telah menemukan Plutonium atau gerbang menuju Pluto.
Sebuah situs arkeologi yang dibuat oleh pilgrim atau peziarah kuno menduga gerbang itu sebagai jalan masuk ke underworld atau alam baka. Sebuah gua mungil dekat kuil Apollo adalah lokasi Plutonium yang diketahui memancarkan gas yang dapat menyebabkan kematian.
Seorang arkeolog yang berada di lokasi, Francesco D'Andria dari University of Salento mengumukan temuan tersebut dalam konferensi pers yang diadakan di Turki pada pertengahan Maret lalu, menurut La Gazzetta Del Mezzogiorno.
D'Andria mengatakan, pada Discovery News bahwa ia juga menemukan reruntuhan kuil, yakni sebuah kolam yang digunakan para peziarah kuno dan beberapa anak tangga.
""Kami dapat melihat bahwa gua tersebut memiliki gas mematikan. Sejumlah burung tewas saat hendak mendekati pintu masuk gua akibat uap karbondioksida,"" tambah D'Andria menurut Discovery News.
Austin Considine dari VICE menjelaskan bahwa gua tersebut merupakan fenomena alami yang dapat ditemukan di tempat-tempat lain di dunia. Fenomena tersebut terjadi akibat retakan kerak bumi.
Hierapolis, yang berlokasi di dekat kota modern Turki, Pamukkale telah diresmikan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO dan menarik lebih dari 1,5 juta wisatawan setiap tahunnya. Francesco D'Andria telah menggali dan meneliti area tersebut selama bertahun-tahun. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





