News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Sehubungan dengan peningkatan status Gunung Slamet menjadi 'Waspada', BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) merekomendasikan agar radius 2 kilometer dari kawah gunung steril dari aktifitas masyarakat. Namun, warga diimbau untuk tetap tenang menyikapinya.
Kepala Humas BNPN, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sejarah letusan gunung tersebut berlangsung sejak abad 19 dengan erupsi skala kecil. Aktivitas larva pijar terakhir tercatat pada Mei-Juni 2009.
"Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik. Rekomendasi BNPB, masyarakat, wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan berada dalam radius 2 km dari kawah gunung," kata Sutopo, dalam rilis yang diterima Republika Online, Selasa (11/3).
PVMBG menaikkan status dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II) terhitung 10 Maret 2014 pukul 21:00 WIB. Aktivitas kegempaan sudah berlangsung sejak 2 Maret lalu. Pada 8-10 Maret terhitung 441 gempa hembusan dan 9 kali gempa vulkanik dangkal.
Kepala Humas BNPN, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sejarah letusan gunung tersebut berlangsung sejak abad 19 dengan erupsi skala kecil. Aktivitas larva pijar terakhir tercatat pada Mei-Juni 2009.
"Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik. Rekomendasi BNPB, masyarakat, wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan berada dalam radius 2 km dari kawah gunung," kata Sutopo, dalam rilis yang diterima Republika Online, Selasa (11/3).
PVMBG menaikkan status dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II) terhitung 10 Maret 2014 pukul 21:00 WIB. Aktivitas kegempaan sudah berlangsung sejak 2 Maret lalu. Pada 8-10 Maret terhitung 441 gempa hembusan dan 9 kali gempa vulkanik dangkal.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





