News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Basuki Tjahja Purnama
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, menegur dinas kebersihan pada Senin (10/3). Hal itu terkait masalah pengangkutan sampah di sejumlah daerah di Jakarta yang masih dirundung masalah.
Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan alat-alat berat untuk pengangkut sampah banyak yang nganggur. Jadi, menurut Ahok, alat-alat berat yang pemprov punya banyak yang tidak jalan.
Ahok menambahkan alasan mereka karena sampai saat ini masih terikat dengan sistem sewa mobil per delapan jam. Jadi, mobil yang semestinya bisa mengangkut sampah sampai selesai akhirnya hanya bisa mengangkut hanya satu rit.
Mantan Bupati Belitung itu menginginkan sistem yang dipakai untuk pengangkutan sampah bukan lagi menggunakan hitungan jam. Namun, Ahok lebih ingin menggunakan sistem per rit.
"Saya bilang ubah saja dong, mana bisa pakai per jam, pakai rit saja," ujar Basuki di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/3).
Menggunakan sistem per rit, menurutnya, dinilai lebih efektif dan simpel. Jadi, tinggal menghitung harga per ritnya.
Ahok mengatakan ada kesengajaan pembiaran sistem yang lama. Akibatnya, kerja dinas kebersihan menjadi lama. Alat-alat berat hanya bekerja satu rit dan setelah itu tidak kembali lagi.
"Jadi, ada kesengajaan pembiaran sistem yang lama yang dia bikin," tegasnya
Ahok meminta kepada Dinas Kebersihan untuk bisa memetakan daerah-daerah yang harus ditangani lebih serius. Ini agar tidak ada semacam kesengajaan.
Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan alat-alat berat untuk pengangkut sampah banyak yang nganggur. Jadi, menurut Ahok, alat-alat berat yang pemprov punya banyak yang tidak jalan.
Ahok menambahkan alasan mereka karena sampai saat ini masih terikat dengan sistem sewa mobil per delapan jam. Jadi, mobil yang semestinya bisa mengangkut sampah sampai selesai akhirnya hanya bisa mengangkut hanya satu rit.
Mantan Bupati Belitung itu menginginkan sistem yang dipakai untuk pengangkutan sampah bukan lagi menggunakan hitungan jam. Namun, Ahok lebih ingin menggunakan sistem per rit.
"Saya bilang ubah saja dong, mana bisa pakai per jam, pakai rit saja," ujar Basuki di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/3).
Menggunakan sistem per rit, menurutnya, dinilai lebih efektif dan simpel. Jadi, tinggal menghitung harga per ritnya.
Ahok mengatakan ada kesengajaan pembiaran sistem yang lama. Akibatnya, kerja dinas kebersihan menjadi lama. Alat-alat berat hanya bekerja satu rit dan setelah itu tidak kembali lagi.
"Jadi, ada kesengajaan pembiaran sistem yang lama yang dia bikin," tegasnya
Ahok meminta kepada Dinas Kebersihan untuk bisa memetakan daerah-daerah yang harus ditangani lebih serius. Ini agar tidak ada semacam kesengajaan.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





