News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Sekelompok arkeolog Inggris mengaku telah menemukan kalender bulan tertua di dunia pada sebuah bidang tanah di wilayah Aberdeenshire, Skotlandia.
Kalender itu ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin University of Birmingham menggali situs Warren Field pada komplek bangunan tua Crathes Castle.
Dilansir BBC, Senin 15 Juli 2013, peneliti menemukan serangkaian 12 lubang yang meniru pola fase bulan dan melacak perhitungan waktu bulan.
Menurut peneliti, usia kalender kuno yang termasuk kategori zaman prasejarah Mesolitikum itu diciptakan oleh pemburu-penjelajah lokal sekitar 10 ribu tahun silam.
Usia ini bahkan lebih tua, hampir 5.000 tahun sebelum kalender formal pertama yang dikenal di Mesopotamia, wilayah di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris bagian timur laut Suriah, ditemukan.
Analisis peneliti menyebutkan lubang-lubang itu kemungkinan berisi tiang kayu untuk keperluan pengukuran waktu. Penyelarasan lubang ini sudah pernah diekskavasi sebelumnya pada tahun 2004 silam.
Penyelarasan juga sejalan pada kalender matahari terbit pertengahan musim dingin, yang jadi panduan pemburu saat itu dalam menghadapi perubahan musim dan waktu.
""Bukti itu menunjukkan masyarakat pemburu-penjelajah di Skotlandia memiliki kebutuhan dan kecanggihan melacak waktu sepanjang tahun, Keahlian ini untuk mengoreksi penyimpangan musim kalender bulan,"" jelas Vince Gaffney, Profesor Arkeologi di Birmingham, yang memimpin proyek analisis itu.
""Dengan demikian, ini menggambarkan salah satu langkah penting menuju pembangunan waktu formal dan sejarah itu sendiri,"" tambahnya.
![]()
Selain University of Birmingham, turut serta dalam penelitian ini yaitu University St Andrews, University of Leicester, dan University of Bradford.
""Ini adalah contoh terawal dari sebuah struktur, dan tidak ada situs sebanding di Inggris atau Eropa selama beberapa ribu tahun setelah Warren Field dibangun,"" imbuh Dr Richard Bates, peneliti dari University of St Andrews.
Situs Warren Field pertama kali ditemukan dari pengamatan udara oleh komisi khusus monumen bersejarah dan kuno Skotlandia (RCAHMS) sebagai situs yang langka.
""Kami telah mengambil foto dari pemandangan Skotlandia selama hampir 40 tahun. Kami merekam ribuan situs arkeologi yang tidak akan pernah terdeteksi dari tanah,"" kata Dave Cowley, manajer proyek survei udara RCAHMS. "
Kalender itu ditemukan oleh tim peneliti yang dipimpin University of Birmingham menggali situs Warren Field pada komplek bangunan tua Crathes Castle.
Dilansir BBC, Senin 15 Juli 2013, peneliti menemukan serangkaian 12 lubang yang meniru pola fase bulan dan melacak perhitungan waktu bulan.
Menurut peneliti, usia kalender kuno yang termasuk kategori zaman prasejarah Mesolitikum itu diciptakan oleh pemburu-penjelajah lokal sekitar 10 ribu tahun silam.
Usia ini bahkan lebih tua, hampir 5.000 tahun sebelum kalender formal pertama yang dikenal di Mesopotamia, wilayah di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris bagian timur laut Suriah, ditemukan.
Analisis peneliti menyebutkan lubang-lubang itu kemungkinan berisi tiang kayu untuk keperluan pengukuran waktu. Penyelarasan lubang ini sudah pernah diekskavasi sebelumnya pada tahun 2004 silam.
Penyelarasan juga sejalan pada kalender matahari terbit pertengahan musim dingin, yang jadi panduan pemburu saat itu dalam menghadapi perubahan musim dan waktu.
""Bukti itu menunjukkan masyarakat pemburu-penjelajah di Skotlandia memiliki kebutuhan dan kecanggihan melacak waktu sepanjang tahun, Keahlian ini untuk mengoreksi penyimpangan musim kalender bulan,"" jelas Vince Gaffney, Profesor Arkeologi di Birmingham, yang memimpin proyek analisis itu.
""Dengan demikian, ini menggambarkan salah satu langkah penting menuju pembangunan waktu formal dan sejarah itu sendiri,"" tambahnya.
Selain University of Birmingham, turut serta dalam penelitian ini yaitu University St Andrews, University of Leicester, dan University of Bradford.
""Ini adalah contoh terawal dari sebuah struktur, dan tidak ada situs sebanding di Inggris atau Eropa selama beberapa ribu tahun setelah Warren Field dibangun,"" imbuh Dr Richard Bates, peneliti dari University of St Andrews.
Situs Warren Field pertama kali ditemukan dari pengamatan udara oleh komisi khusus monumen bersejarah dan kuno Skotlandia (RCAHMS) sebagai situs yang langka.
""Kami telah mengambil foto dari pemandangan Skotlandia selama hampir 40 tahun. Kami merekam ribuan situs arkeologi yang tidak akan pernah terdeteksi dari tanah,"" kata Dave Cowley, manajer proyek survei udara RCAHMS. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





