News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - CEO BlackBerry Thorsten Heins menghadiri rapat pemegang saham tahunan perusahaan di Waterloo, Ontario Kanada, pekan lalu.
Di hadapan para pemegang saham, Heins mengungkapkan, perusahaan sedang berusaha menghidupkan kembali merek BlackBerry yang sempat menjadi merek terpopuler di kancah ponsel global.
Heins berusaha meyakinkan para investor tentang masa depan perusahaan. Ia mengatakan, BlackBerry perlu waktu yang lebih banyak untuk mengembalikan keadaan.
""Saat ini, tim BlackBerry seperti sedang mengemudi siang-malam untuk melakukan perbaikan-perbaikan,"" kata Heins, dikutip Digitaltrends, 15 Juli 2013.
Tak puas dengan ucapan Heins, salah satu investor ""menyerangnya"". Investor itu mengritisi peluncuran BlackBerry Z10 di Amerika Serikat—salah satu perangkat BB10—yang seharusnya bisa menyelamatkan perusahaan. ""Tapi, saya rasa peluncuran BB Z10 adalah bencana,"" kata salah satu investor.
Heins tidak tinggal diam. ""Apakah kita sempurna pada saat peluncuran (pertama)? Saya kira tidak. Saya tidak berpikir begitu,"" ujarnya.
""Peluang BlackBerry masih terbuka 100 persen, terlebih untuk kemitraan dan membuat aliansi,"" lanjut Heins optimistis.
Pada rapat pemegang saham ini, rapor penjualan BlackBerry semasa kepemimpinan Heins ditelanjangi. Data penjualan perangkat BB10 sepanjang triwulan pertama tahun 2013 dipajang.
Hasilnya, BlackBerry melaporkan telah menjual sebanyak 2,7 juta unit perangkat perangkat baru BB10, dari Maret sampai Mei tahun ini. Namun, banyak analis yang meragukannya. Berdasarkan hitungan mereka, penjualan BB10 hanya sekitar satu juta unit saja di dunia.
Yang lebih buruk lagi, hasil riset dari Kantar Worldpanel ComTech, mengatakan pangsa pasar ponsel BlackBerry di AS turun 4,7 persen pada tahun 2012, dan tahun ini juga merosot sebesar 0,7 persen.
BlackBerry—sebelumnya Research In Motion (RIM)—pernah mendominasi pasar ponsel pintar. Sayang, kemajuan teknologi Apple dengan produk iPhone dan iPad, lalu Samsung dengan dukungan Google Android, telah meruntuhkan dominasi BlackBerry, tak cuma di Amerika, tetapi di seluruh dunia.
Apa yang akan dilakukan Blackberry selanjutnya? Patut ditunggu. "
Di hadapan para pemegang saham, Heins mengungkapkan, perusahaan sedang berusaha menghidupkan kembali merek BlackBerry yang sempat menjadi merek terpopuler di kancah ponsel global.
Heins berusaha meyakinkan para investor tentang masa depan perusahaan. Ia mengatakan, BlackBerry perlu waktu yang lebih banyak untuk mengembalikan keadaan.
""Saat ini, tim BlackBerry seperti sedang mengemudi siang-malam untuk melakukan perbaikan-perbaikan,"" kata Heins, dikutip Digitaltrends, 15 Juli 2013.
Tak puas dengan ucapan Heins, salah satu investor ""menyerangnya"". Investor itu mengritisi peluncuran BlackBerry Z10 di Amerika Serikat—salah satu perangkat BB10—yang seharusnya bisa menyelamatkan perusahaan. ""Tapi, saya rasa peluncuran BB Z10 adalah bencana,"" kata salah satu investor.
Heins tidak tinggal diam. ""Apakah kita sempurna pada saat peluncuran (pertama)? Saya kira tidak. Saya tidak berpikir begitu,"" ujarnya.
""Peluang BlackBerry masih terbuka 100 persen, terlebih untuk kemitraan dan membuat aliansi,"" lanjut Heins optimistis.
Pada rapat pemegang saham ini, rapor penjualan BlackBerry semasa kepemimpinan Heins ditelanjangi. Data penjualan perangkat BB10 sepanjang triwulan pertama tahun 2013 dipajang.
Hasilnya, BlackBerry melaporkan telah menjual sebanyak 2,7 juta unit perangkat perangkat baru BB10, dari Maret sampai Mei tahun ini. Namun, banyak analis yang meragukannya. Berdasarkan hitungan mereka, penjualan BB10 hanya sekitar satu juta unit saja di dunia.
Yang lebih buruk lagi, hasil riset dari Kantar Worldpanel ComTech, mengatakan pangsa pasar ponsel BlackBerry di AS turun 4,7 persen pada tahun 2012, dan tahun ini juga merosot sebesar 0,7 persen.
BlackBerry—sebelumnya Research In Motion (RIM)—pernah mendominasi pasar ponsel pintar. Sayang, kemajuan teknologi Apple dengan produk iPhone dan iPad, lalu Samsung dengan dukungan Google Android, telah meruntuhkan dominasi BlackBerry, tak cuma di Amerika, tetapi di seluruh dunia.
Apa yang akan dilakukan Blackberry selanjutnya? Patut ditunggu. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





