News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) India - Penegak hukum India segera bisa menyadap e-mail sampai percakapan di perangkat BlackBerry. Kewenangan ini diperoleh India setelah sengketa panjang pemerintah dengan perusahaan berpusat di Kanada itu.
Informasi ini dilansir Times of India berdasarkan sebuah dokumen internal dari Departemen Telekomunikasi India, pada 10 Juli 2013.
Namun, pemerintah India sepertinya membatalkan permintaan bisa mengakses e-mail korporat BlackBerry melalui BlackBerry Enterprise Server. Pihak penegak hukum sepertinya cukup dengan informasi identitas korporat yang menggunakan jasa tersebut.
Seorang juru bicara BlackBerry menyatakan, perusahaan telah memberikan solusi yang memungkinkan penegak hukum menyadap pengguna BlackBerry termasuk yang menggunakan BlackBerry Messenger (BBM) dan e-mail melalui BlackBerry Internet Service (BIS).
""Akses legal yang tersedia di mitra carrier BlackBerry untuk memenuhi standar yang diminta pemerintah India bagi semua pelanggan pelayanan pesan di pasar India. Kami juga menggarisbawahi, sekali lagi, bahwa akses legal ini tidak menjangkau BlackBerry Enterprise Server,"" kata juru bicara itu.
Dokumen tersebut menyatakan, sembilan dari sepuluh provider telekomunikasi India yang memberikan pelayanan BlackBerry siap melaksanakan aturan ini.
BlackBerry sendiri telah mendirikan server dan fasilitas penyadapan pada 2011, setelah India mengancam menutup pelayanan BlackBerry di negeri itu, karena tak ada server mereka di negeri itu. BlackBerry juga akan melatih pegawai pemerintah untuk menangani arsitektur, operasional dan perawatan fasilitas pengawasan ini. "
Informasi ini dilansir Times of India berdasarkan sebuah dokumen internal dari Departemen Telekomunikasi India, pada 10 Juli 2013.
Namun, pemerintah India sepertinya membatalkan permintaan bisa mengakses e-mail korporat BlackBerry melalui BlackBerry Enterprise Server. Pihak penegak hukum sepertinya cukup dengan informasi identitas korporat yang menggunakan jasa tersebut.
Seorang juru bicara BlackBerry menyatakan, perusahaan telah memberikan solusi yang memungkinkan penegak hukum menyadap pengguna BlackBerry termasuk yang menggunakan BlackBerry Messenger (BBM) dan e-mail melalui BlackBerry Internet Service (BIS).
""Akses legal yang tersedia di mitra carrier BlackBerry untuk memenuhi standar yang diminta pemerintah India bagi semua pelanggan pelayanan pesan di pasar India. Kami juga menggarisbawahi, sekali lagi, bahwa akses legal ini tidak menjangkau BlackBerry Enterprise Server,"" kata juru bicara itu.
Dokumen tersebut menyatakan, sembilan dari sepuluh provider telekomunikasi India yang memberikan pelayanan BlackBerry siap melaksanakan aturan ini.
BlackBerry sendiri telah mendirikan server dan fasilitas penyadapan pada 2011, setelah India mengancam menutup pelayanan BlackBerry di negeri itu, karena tak ada server mereka di negeri itu. BlackBerry juga akan melatih pegawai pemerintah untuk menangani arsitektur, operasional dan perawatan fasilitas pengawasan ini. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





