News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) New York - Jurnalis Guardian Glenn Greenwald yang pertama kali mewawancarai bekas pekerja di badan intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden, memperingatkan Amerika Serikat soal informasi berbahaya yang dipegang Snowden. Menurut Greenwald, yang juga berkewarganegaraan AS itu, jika sesuatu terjadi pada Snowden, ""mimpi terburuk"" AS akan terjadi.
Dalam wawancara yang dipublikasikan koran Argentina, La Nacion, Sabtu 13 Juli 2013, Greenwald meminta AS berhati-hati menghadapi Snowden. ""Snowden memiliki informasi yang cukup untuk mengakibatkan kerusakan atas pemerintah AS dalam semenit, melebihi orang lain mampu lakukan,"" kata Greenwald yang pertama kali melaporkan soal dokumen-dokumen rahasia AS yang dibongkar Snowden.
""Pemerintah AS seharusnya berdoa setiap hari agar tak terjadi apa pun terhadap Snowden, karena jika terjadi sesuatu atasnya, semua informasi akan terbuka dan itu bisa menjadi mimpi malam terburuk,"" ujar dia.
Snowden yang dicabut paspor AS karena dituduh melakukan pembocoran rahasia negara kini terdampar di Bandara Moskow sejak 23 Juni, berusaha mencari suaka ke beberapa negara Amerika Latin yang telah menawarinya suaka. Greenwald menyatakan pada Reuters pada Selasa lalu bahwa Snowden sepertinya akan menerima suaka dari Venezuela, satu dari tiga negara Amerika Latin yang menawarinya.
Greenwald, dalam wawancara dengan La Nacion, menyatakan Snowden telah membongkar sejumlah dokumen terkait Amerika Latin. ""Salah satunya cara menyadap komunikasi melalui sebuah perusahaan telepon AS yang memiliki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi di kebanyakan negara Amerika Latin,"" tuturnya."
Dalam wawancara yang dipublikasikan koran Argentina, La Nacion, Sabtu 13 Juli 2013, Greenwald meminta AS berhati-hati menghadapi Snowden. ""Snowden memiliki informasi yang cukup untuk mengakibatkan kerusakan atas pemerintah AS dalam semenit, melebihi orang lain mampu lakukan,"" kata Greenwald yang pertama kali melaporkan soal dokumen-dokumen rahasia AS yang dibongkar Snowden.
""Pemerintah AS seharusnya berdoa setiap hari agar tak terjadi apa pun terhadap Snowden, karena jika terjadi sesuatu atasnya, semua informasi akan terbuka dan itu bisa menjadi mimpi malam terburuk,"" ujar dia.
Snowden yang dicabut paspor AS karena dituduh melakukan pembocoran rahasia negara kini terdampar di Bandara Moskow sejak 23 Juni, berusaha mencari suaka ke beberapa negara Amerika Latin yang telah menawarinya suaka. Greenwald menyatakan pada Reuters pada Selasa lalu bahwa Snowden sepertinya akan menerima suaka dari Venezuela, satu dari tiga negara Amerika Latin yang menawarinya.
Greenwald, dalam wawancara dengan La Nacion, menyatakan Snowden telah membongkar sejumlah dokumen terkait Amerika Latin. ""Salah satunya cara menyadap komunikasi melalui sebuah perusahaan telepon AS yang memiliki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi di kebanyakan negara Amerika Latin,"" tuturnya."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





