News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
"Colossus, Teleskop Raksasa Pendeteksi Alien"
Rabu,2013-06-12,09:35:22
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Astronom meyakini teleskop raksasa, Colossus, bisa menjadi terobosan baru dalam upaya mencari kehidupan di luar bumi. Teleskop itu akan menangkap panas yang dihasilkan oleh kehidupan luar bumi.
Dilansir Dailymail, Selasa 11 Juni 2013, Colossus berukuran 259 kaki dan aperture-nya (bukaan lensa) dua kali lebih baik dibandingkan lensa teleskop yang sudah ada.
Ilmuwan yang terlibat dalam proyek yang didanai secara swasta itu berharap Colossus mampu menangkap wilayah atau tanda-tanda lain dari kehidupan makhluk asing di planet yang berjarak hingga 70 tahun cahaya dari Bumi.
Colossus diperkirakan menghabiskan dana US$ 1 miliar, setara Rp9,8 triliun, dan akan dibuat oleh Konsorsium Colossus di Baja California, Meksiko, wilayah dekat National University of Mexico, Ensenada,yang merupakan mitra dalam proyek itu.
Jika rencana dan dukungan dana berjalan lancar, teleskop super ini tidak lama lagi bisa difungsikan.
""Jika ada investor, kita bisa memiliki teleskop ini dalam waktu lima tahun,"" kata Jeff Kuhn, tim perancang Colossus yang juga astronom University of Hawaii Institute for Astronomy.
Agar bisa menekan biaya, teleskop akan menggunakan teknologi cermin tipis.
Panas jadi kunci
Kuhn menambahkan teleskop itu bisa mendeteksi panas lokal yang akan menandai kehidupan di luar bumi. Cara ini seperti mendeteksi energi yang dilepaskan di daerah perkotaan di Bumi.
""Asumsi yang kami buat yaitu peradaban kehidupan luar bumi akan mengumpulkan panas. Itu memang tidak akan secara seragam didistribusikan kehidupan di luar bumi,"" Kuhn menjelaskan.
Astronom sejauh ini belum pernah mendapati adanya tanda-tanda pasti kehidupan asing di luar angkasa meski pencarian telah dilakukan beberapa dekade.
Astronom umumnya telah mendengar adanya sinyal yang dikirimkan oleh kehidupan di luar bumi. Namun hal itu masih sangat tergantung pada kemampuan manusia dalam menafsirkannya.
Fisikawan Stephen Hawking juga telah memperingatkan tentang potensi adanya kehidupan di luar bumi yang berpotensi memusuhi manusia."
Dilansir Dailymail, Selasa 11 Juni 2013, Colossus berukuran 259 kaki dan aperture-nya (bukaan lensa) dua kali lebih baik dibandingkan lensa teleskop yang sudah ada.
Ilmuwan yang terlibat dalam proyek yang didanai secara swasta itu berharap Colossus mampu menangkap wilayah atau tanda-tanda lain dari kehidupan makhluk asing di planet yang berjarak hingga 70 tahun cahaya dari Bumi.
Colossus diperkirakan menghabiskan dana US$ 1 miliar, setara Rp9,8 triliun, dan akan dibuat oleh Konsorsium Colossus di Baja California, Meksiko, wilayah dekat National University of Mexico, Ensenada,yang merupakan mitra dalam proyek itu.
Jika rencana dan dukungan dana berjalan lancar, teleskop super ini tidak lama lagi bisa difungsikan.
""Jika ada investor, kita bisa memiliki teleskop ini dalam waktu lima tahun,"" kata Jeff Kuhn, tim perancang Colossus yang juga astronom University of Hawaii Institute for Astronomy.
Agar bisa menekan biaya, teleskop akan menggunakan teknologi cermin tipis.
Panas jadi kunci
Kuhn menambahkan teleskop itu bisa mendeteksi panas lokal yang akan menandai kehidupan di luar bumi. Cara ini seperti mendeteksi energi yang dilepaskan di daerah perkotaan di Bumi.
""Asumsi yang kami buat yaitu peradaban kehidupan luar bumi akan mengumpulkan panas. Itu memang tidak akan secara seragam didistribusikan kehidupan di luar bumi,"" Kuhn menjelaskan.
Astronom sejauh ini belum pernah mendapati adanya tanda-tanda pasti kehidupan asing di luar angkasa meski pencarian telah dilakukan beberapa dekade.
Astronom umumnya telah mendengar adanya sinyal yang dikirimkan oleh kehidupan di luar bumi. Namun hal itu masih sangat tergantung pada kemampuan manusia dalam menafsirkannya.
Fisikawan Stephen Hawking juga telah memperingatkan tentang potensi adanya kehidupan di luar bumi yang berpotensi memusuhi manusia."
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Lulusan SD Ini Raih Puluhan Juta dari Jual Boneka
- 3Ancaman Serangan Militer Suriah Dorong Harga Emas Naik
- 4Istaka Yakin Jalan Layang Casablanca Rampung Oktober
- 5Harga Minyak Jatuh Karena Kekhawatiran atas Suriah Berkurang
- 6Upah Minimum 2014 Mengacu Dewan Pengupahan





