News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Perangkat kacamata pintar tidak lagi dimonopoli oleh Google. Perusahaan teknologi asal Jepang, Sony, dilaporkan tengah membesut perangkat sejenis dengan konsep yang berbeda.
Sebagaimana diketahui, Google gencar mempromosikan penggunaan kacamata pintarnya, Google Glass, di antaranya melalui kontes.
Baru-baru ini, paten Sony yang meliputi alat yang dipakai di kepala dengan nomor paten 20130069850 terlihat. Dilansir the Droidguy, paten itu merupakan kelanjutan dari paten yang diajukan Sony pada 2008 dan 2009.
Secara detail, perangkat besutan Sony itu digambarkan sebagai alat yang dipakai di kepala, dan menampilkan gambar.
Tampilan gambar itu mendukung lampiran yang mampu menyesuaikan dengan gambar perangkat horizontal maupun vertikal.
Paten perangkat ini disebutkan menampilkan konten 2D.
Tentunya, perangkat Sony ini berbeda dengan Google Glass. Bedanya, pengguna kacamata Sony dapat melihat informasi dengan kedua mata, pasalnya terdapat dua kaca. Sedangkan, pengguna Google Glass hanya bisa melihat informasi dari satu mata saja.
Lainnya, sketsa prototipe Sony ini menunjukkan kacamata yang dilengkapi dengan earbud atau headset, yang dipasang pada gagang kacamata. Lensa kacamatanya juga disesusaikan dengan kenyamanan pengguna.
Masuknya Sony pada arena kacamata pintar ini membuat kompetisi semakin seru. Pasalnya, Sony sepanjang ini dikenal sebagai pendobrak teknologi besar dunia."
Sebagaimana diketahui, Google gencar mempromosikan penggunaan kacamata pintarnya, Google Glass, di antaranya melalui kontes.
Baru-baru ini, paten Sony yang meliputi alat yang dipakai di kepala dengan nomor paten 20130069850 terlihat. Dilansir the Droidguy, paten itu merupakan kelanjutan dari paten yang diajukan Sony pada 2008 dan 2009.
Secara detail, perangkat besutan Sony itu digambarkan sebagai alat yang dipakai di kepala, dan menampilkan gambar.
Tampilan gambar itu mendukung lampiran yang mampu menyesuaikan dengan gambar perangkat horizontal maupun vertikal.
Paten perangkat ini disebutkan menampilkan konten 2D.
Tentunya, perangkat Sony ini berbeda dengan Google Glass. Bedanya, pengguna kacamata Sony dapat melihat informasi dengan kedua mata, pasalnya terdapat dua kaca. Sedangkan, pengguna Google Glass hanya bisa melihat informasi dari satu mata saja.
Lainnya, sketsa prototipe Sony ini menunjukkan kacamata yang dilengkapi dengan earbud atau headset, yang dipasang pada gagang kacamata. Lensa kacamatanya juga disesusaikan dengan kenyamanan pengguna.
Masuknya Sony pada arena kacamata pintar ini membuat kompetisi semakin seru. Pasalnya, Sony sepanjang ini dikenal sebagai pendobrak teknologi besar dunia."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





