News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Dinosaurus berkembang biak dengan cara bertelur. Tapi, para peneliti masih mempertanyakan, apakah pada saat dinosaurus bertelur mereka mengeraminya seperti burung atau mengubur telurnya seperti buaya.
Sebuah studi baru menemukan bahwa dinosaurus memiliki cara yang sama dengan burung saat mengerami telurnya, seperti dilansir Live Science, 23 April 2013.
Penelitian ini dilakukan pada dinosaurus Troodon, spesies pemakan daging yang memiliki ukuran tubuh sekitar delapan kaki, atau sekitar 2,4 meter.
Penelitian ini melihat dari keadaan pori-pori cangkang telur. Telur yang dikubur di dalam tanah cenderung memiliki banyak pori-pori, karena memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Sementara telur yang dieramkan mempunyai pori-pori yang lebih sedikit, karena lebih banyak terkena udara.
Penelitian yang dilakukan oleh Darla Zelenitsky dari University of Calgary, Kanada, dan David Varricchio dari Montana State University, AS, juga membandingkan fosil cangkang telur Troodon dengan cangkang telur buaya, cangkang telur burung yang mengubur setengah telurnya di tanah, juga cangkang telur burung yang hanya ditaruh di sangkar.
Kedua peneliti itu menemukan bahwa Troodon mengubur setengah telurnya di pasir atau lumpur. ""Para dinosaurus dewasa masih tetap mengerami telur-telurnya,"" kata Varricchio.
""Selain itu, setengah telur memiliki banyak pori-pori dan setengah lainnya sedikit,"" Varricchio menambahkan.
Studi sebelumnya yang dilakukan oleh Zelenitsky pada tahun 2008, menemukan bahwa dinosaurus jantan dan betina bergantian menjaga sarangnya saat mencari makan.
Studi yang sudah diterbitkan di Jurnal Nature ini juga menemukan embrio dinosaurus kecil menggoyang-goyangkan dan menendang cangkang telur sebelum menetas. "
Sebuah studi baru menemukan bahwa dinosaurus memiliki cara yang sama dengan burung saat mengerami telurnya, seperti dilansir Live Science, 23 April 2013.
Penelitian ini dilakukan pada dinosaurus Troodon, spesies pemakan daging yang memiliki ukuran tubuh sekitar delapan kaki, atau sekitar 2,4 meter.
Penelitian ini melihat dari keadaan pori-pori cangkang telur. Telur yang dikubur di dalam tanah cenderung memiliki banyak pori-pori, karena memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Sementara telur yang dieramkan mempunyai pori-pori yang lebih sedikit, karena lebih banyak terkena udara.
Penelitian yang dilakukan oleh Darla Zelenitsky dari University of Calgary, Kanada, dan David Varricchio dari Montana State University, AS, juga membandingkan fosil cangkang telur Troodon dengan cangkang telur buaya, cangkang telur burung yang mengubur setengah telurnya di tanah, juga cangkang telur burung yang hanya ditaruh di sangkar.
Kedua peneliti itu menemukan bahwa Troodon mengubur setengah telurnya di pasir atau lumpur. ""Para dinosaurus dewasa masih tetap mengerami telur-telurnya,"" kata Varricchio.
""Selain itu, setengah telur memiliki banyak pori-pori dan setengah lainnya sedikit,"" Varricchio menambahkan.
Studi sebelumnya yang dilakukan oleh Zelenitsky pada tahun 2008, menemukan bahwa dinosaurus jantan dan betina bergantian menjaga sarangnya saat mencari makan.
Studi yang sudah diterbitkan di Jurnal Nature ini juga menemukan embrio dinosaurus kecil menggoyang-goyangkan dan menendang cangkang telur sebelum menetas. "
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





