News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Dunia digital semakin marak dengan berbagai platform editing foto. Aktivitas populer dalam era ini adalah mengambil gambar, edit, lalu kemudian berbagi dengan orang lain.
Aplikasi editing foto Aviary, telah mengukir tonggak sejarah baru. Mereka mengumumkan layanan ini telah dipakai lebih dari 50 juta pengguna pada bulan lalu--demikian dilansir TechCrunch, 31 Mei 2013.
Layanan perusahaan yang berbasis di New York itu telah menjadi kesayangan pengembang. Pasalnya, aplikasi ini mampu terintegrasi ke iOS, Android, Windows Phone, dan HTML5.
Pencapaian itu membuat Aviary mendapatkan basis pengguna aktif bulanan dari 50 juta penggunanya. Menandai kesuksesan itu, Aviary bersiap membuka kantor di Jepang bulan depan sebagai langkah awalnya berekspansi ke dunia internasional.
Dalam keterangannya di blog pribadi, CEO Aviary, Tobias Peggs, menyatakan angka basis pengguna bulanan itu menggambarkan pertumbuhan 100 persen selama enam bulan terakhir.
Secara keseluruhan, Peggs menambahkan, platform Aviary telah digunakan untuk mengedit lebih dari empat miliar foto sampai pertengahan Maret.
![]()
Ekspansi
Peggs menambahkan Aviary telah melihat potensi permintaan yang kuat di kawasan Asia. Sebab itu, pembukaan kantor di Jepang merupakan upaya untuk mendorong penetrasi itu.
""Mitra kami di Asia telah mengambil keuntungan dari SDK (perangkat pemprograman software) lokal kami untuk foto dan stiker, dan juga bekerja sama dengan untuk membuat konten kustom untuk pengguna mereka,"" ujar Peggs pada blognya.
""Kami sudah memiliki kemitraan yang fantastis dengan perusahaan seperti Mixi, salah satu jejaring sosial terbesar di Jepang, sehingga masuk akal bagi Aviary untuk hadir di Tokyo dan mulai melayani daerah dari sana,"" tambahnya.
"
Aplikasi editing foto Aviary, telah mengukir tonggak sejarah baru. Mereka mengumumkan layanan ini telah dipakai lebih dari 50 juta pengguna pada bulan lalu--demikian dilansir TechCrunch, 31 Mei 2013.
Layanan perusahaan yang berbasis di New York itu telah menjadi kesayangan pengembang. Pasalnya, aplikasi ini mampu terintegrasi ke iOS, Android, Windows Phone, dan HTML5.
Pencapaian itu membuat Aviary mendapatkan basis pengguna aktif bulanan dari 50 juta penggunanya. Menandai kesuksesan itu, Aviary bersiap membuka kantor di Jepang bulan depan sebagai langkah awalnya berekspansi ke dunia internasional.
Dalam keterangannya di blog pribadi, CEO Aviary, Tobias Peggs, menyatakan angka basis pengguna bulanan itu menggambarkan pertumbuhan 100 persen selama enam bulan terakhir.
Secara keseluruhan, Peggs menambahkan, platform Aviary telah digunakan untuk mengedit lebih dari empat miliar foto sampai pertengahan Maret.
Ekspansi
Peggs menambahkan Aviary telah melihat potensi permintaan yang kuat di kawasan Asia. Sebab itu, pembukaan kantor di Jepang merupakan upaya untuk mendorong penetrasi itu.
""Mitra kami di Asia telah mengambil keuntungan dari SDK (perangkat pemprograman software) lokal kami untuk foto dan stiker, dan juga bekerja sama dengan untuk membuat konten kustom untuk pengguna mereka,"" ujar Peggs pada blognya.
""Kami sudah memiliki kemitraan yang fantastis dengan perusahaan seperti Mixi, salah satu jejaring sosial terbesar di Jepang, sehingga masuk akal bagi Aviary untuk hadir di Tokyo dan mulai melayani daerah dari sana,"" tambahnya.
"
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





