News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
Techno
Robot Rusia Siap Ikut Olimpiade Robot di Indonesia
Jumat,2013-09-06,14:36:47

Kompetisi Robot di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2012 | (itb.ac.id)
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Pelajar-pelajar muda asal Rusia siap ambil bagian di ajang Olimpiade Robot Dunia yang akan digelar di Jakarta, Indonesia, pada 15-17 November 2013.
Melansir Russia Beyond The Headlines (RBTH) Asia, 4 September 2013, pelatih tim robot Rusia Oleg Gornov mengatakan, negaranya siap bersaing di ajang ini dan sudah menyiapkan dua tim dengan kategori usia yang berbeda.
"Saya senang dua tim dari daerah Yekaterinburg ini terpilih menjadi tim nasional untuk mewakili Rusia. Tim junior kami diwakili oleh Artem Ismagilov dan Vladimir Starikov. Sedangkan tim senior diwakili Yegor Nedorostkov dan Daniil Shostin," kata Gornov.
Tim junior Rusia telah menyiapkan robot pembuat batik. Robot ini memiliki kemampuan memilih warna dan menggunakannya untuk membuat pola pada kain dengan meniru teknik gambar tradisional yang disebut batik.
"Robot yang dibuat oleh pelajar muda ini hanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 detik untuk menyelesaikan seluruh operasinya," ujar Gornov.
Sementara di kategori tim senior, Rusia telah membuat robot yang mampu melintasi sebuah area bernama Pulau Komodo tanpa menghancurkan satu pun telur-telur Komodo.
"Robot ini mampu membedakan antara bola warna merah dan biru, sehingga mampu menghindari dari telur-telur yang ada di sebuah area. Desainnya memang sederhana, tapi kami mengandalkan kemampuan teknis dari robot," jelas Gornov.
Tim Rusia juga akan ambil bagian pada nominasi kreatif dengan menyiapkan pelajar muda ahli perangkat lunak dengan membuat robot yang mampu menjaga dan melindungi situs warisan UNESCO.
"Tapi, sayangnya persyaratan di Olimpiade Robot Dunia mengatakan dalam satu tim harus terdiri dari mekanik dan pelatih. Sementara untuk ahli perangkat lunak harus mengikuti nominasi kategori tunggal. Itu tidak mudah," tutur Gornov.
Dia juga menyampaikan, pesaing utama di Olimpiade Robot Dunia adalah tim-tim dari negara Malaysia, Jepang, dan China.
"Tapi tujuan utama kami memang bukan memenangkan medali. Tapi, menciptakan insinyur-insinyur muda Rusia yang kreatif. Mungkin itu yang menyebabkan tim robot junior kami menjadi salah satu yang terbaik di dunia," tutup Gornov.
Melansir Russia Beyond The Headlines (RBTH) Asia, 4 September 2013, pelatih tim robot Rusia Oleg Gornov mengatakan, negaranya siap bersaing di ajang ini dan sudah menyiapkan dua tim dengan kategori usia yang berbeda.
"Saya senang dua tim dari daerah Yekaterinburg ini terpilih menjadi tim nasional untuk mewakili Rusia. Tim junior kami diwakili oleh Artem Ismagilov dan Vladimir Starikov. Sedangkan tim senior diwakili Yegor Nedorostkov dan Daniil Shostin," kata Gornov.
Tim junior Rusia telah menyiapkan robot pembuat batik. Robot ini memiliki kemampuan memilih warna dan menggunakannya untuk membuat pola pada kain dengan meniru teknik gambar tradisional yang disebut batik.
"Robot yang dibuat oleh pelajar muda ini hanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 detik untuk menyelesaikan seluruh operasinya," ujar Gornov.
Sementara di kategori tim senior, Rusia telah membuat robot yang mampu melintasi sebuah area bernama Pulau Komodo tanpa menghancurkan satu pun telur-telur Komodo.
"Robot ini mampu membedakan antara bola warna merah dan biru, sehingga mampu menghindari dari telur-telur yang ada di sebuah area. Desainnya memang sederhana, tapi kami mengandalkan kemampuan teknis dari robot," jelas Gornov.
Tim Rusia juga akan ambil bagian pada nominasi kreatif dengan menyiapkan pelajar muda ahli perangkat lunak dengan membuat robot yang mampu menjaga dan melindungi situs warisan UNESCO.
"Tapi, sayangnya persyaratan di Olimpiade Robot Dunia mengatakan dalam satu tim harus terdiri dari mekanik dan pelatih. Sementara untuk ahli perangkat lunak harus mengikuti nominasi kategori tunggal. Itu tidak mudah," tutur Gornov.
Dia juga menyampaikan, pesaing utama di Olimpiade Robot Dunia adalah tim-tim dari negara Malaysia, Jepang, dan China.
"Tapi tujuan utama kami memang bukan memenangkan medali. Tapi, menciptakan insinyur-insinyur muda Rusia yang kreatif. Mungkin itu yang menyebabkan tim robot junior kami menjadi salah satu yang terbaik di dunia," tutup Gornov.
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





